Jumat, 11 Des 2020 17:10 WIB

Ketua MPR Sebut Kualitas Herbal RI Tak Kalah Dibanding China & Korea

Angga Laraspati - detikHealth
Bambang Soesatyo Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai kualitas herbal Indonesia tidak kalah dibandingkan herbal dari China maupun ginseng Korea. Ia pun mengajak pemerintah dan masyarakat mendorong berbagai perusahaan dalam negeri untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah berbagai bahan tersebut menjadi suplemen kesehatan.

Bamsoet juga memaparkan data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mencatat tidak kurang dari 30.000 spesies tumbuhan maupun sumber daya laut Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kesehatan.

"Prinsipnya, dari alam Indonesia, dikelola perusahaan Indonesia, agar bisa bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan menembus pasar dunia," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (11/12/2020).

Hal tersebut disampaikan Bamsoet saat berbincang dengan Presiden Direktur PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) Riyanto yang merupakan salah satu produsen jamu herbal dalam Podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik), dalam konten youtube Bamsoet Channel, hari ini.

Ketua DPR RI ke-20 ini meyakini, seiring pandemi COVID-19, popularitas jamu akan kembali meningkat. Karena masyarakat akan semakin tergerak menjaga daya tahan tubuh, salah satunya melalui herbal.

"Di tahun 2019, industri jamu dan obat tradisional mampu tumbuh di atas 6 persen. Di tahun 2020 dan selanjutnya, pertumbuhannya bisa jadi naik tajam. Pelaku industri jamu juga semakin menjamur, tercatat sudah ada lebih dari 1.200 pelaku industri jamu, sekitar 129 di antaranya masuk kategori industri obat tradisional," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi kehadiran jamu herbal salah satunya yang diproduksi oleh PT HGI yang terdiri dari ekstraksi 18 macam buah, 14 aneka sayur, dan 7 macam rempah yang dapat membantu memenuhi nutrisi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga bisa bermanfaat untuk mencegah dan mengobati penderita COVID-19.

"Berpengalaman lebih dari 12 tahun mengembangkan jamu dari alam Indonesia, PT HGI telah mengekspor jamu herbal ke berbagai negara. Antara lain China, Canada, berbagai negara di kawasan Amerika Latin hingga Afrika. Daripada kita mengimpor jamu dari China, lebih baik menggunakan produk dalam negeri saja. Selain sudah terbukti khasiatnya, juga bisa mendatangkan nilai ekonomi bagi para petani tanaman herbal lokal," pungkasnya.

(mul/ega)