Jumat, 11 Des 2020 20:31 WIB

Soal Pre Order Vaksin Corona di RS, Ini Penegasan Jubir Vaksinasi COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19 Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Sejumlah rumah sakit mulai membuka PO atau pre order vaksin COVID-19. Salah satunya Rumah Sakit UII (Universitas Islam Indonesia) di Kecamatan Pandak, Bantul.

Direktur Utama Rumah Sakit UII, Widodo Wirawan menyebut antusiasme warga untuk melakukan pre order vaksin COVID-19 cukup tinggi, terbukti dengan sudah adanya peminat.

Meski demikian, pre order vaksin COVID-19 di rumah sakit mengundang rasa penasaran. Selain karena harga vaksin mandiri belum ditentukan, status vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih menunggu EUA (Emergency Use Authorization) alias belum bisa digunakan.

[Gambas:Instagram]




Juru bicara vaksin Corona Prof Wiku Adisasmito ikut menanggapi kemunculan pre order atau PO vaksinasi COVID-19 di beberapa rumah sakit. Ditegaskan, hingga saat ini belum ada kebijakan terkait hal tersebut.

"Belum ada kebijakan pemerintah tentang hal tersebut," tegasnya saat dihubungi detikcom Jumat (11/12/2020).

[Gambas:Instagram]




Vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia diketahui belum mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA. Diperkirakan izin penggunaan darurat baru bisa keluar di Januari 2021 minggu kedua hingga ketiga.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menjelaskan mundurnya pemberian EUA terkait vaksin COVID-19 dikarenakan beberapa data uji vaksin Corona yang belum bisa dilengkapi hingga Desember 2020.

Lalu berapa harga pre order vaksin COVID-19 yang ditawarkan RS? Baca di halaman berikut.

Dirut RS UII Widodo Wirawan mengatakan belum ada biaya pasti yang ditetapkan terkait pre order vaksinasi COVID-19. Ia menyebut baru ada kisaran harga yang masih bisa berubah.

"Prosedurnya sesuai dengan yang ada di medsos kami. Jadi (pendaftaran) melalui WA, nanti dari WA kan ada disuruh mengisi form, form registrasi sama kondisi terkini," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (11/12/2020) malam.

Menyoal biaya, Widodo menyebut masih sebatas estimasi. Namun, untuk perdosisnya Widodo menyebut tidak akan mencapai hingga jutaan rupiah.

"Biaya itu kisaran ya, jadi estimasi karena ini juga aslinya kita kan menunggu dari pemerintah ya. Itu kisaran Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu per dosis suntikan," ucapnya.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)