Sabtu, 12 Des 2020 15:35 WIB

MUI Ungkap Sinovac Belum Lengkapi Dokumen Kehalalan Vaksin Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Brasil Tangguhkan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac Buatan Cina MUI mengungkap bahwa Sinovac Biotech belum melengkapi dokumen untuk proses sertifikasi kehalalan vaksin Corona COVID-19. (Foto: DW (News))
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan ada dokumen yang masih belum dilengkapi oleh Sinovac Biotech terkait vaksin Corona COVID-19. Disebutkan, dokumen ini dibutuhkan dalam proses pemberian sertifikasi halal pada vaksin.

"Tim audit dari Komisi Fatwa dan LPPOM MUI masih menunggu salah satu dokumen yang diharapkan dari produsen untuk dilengkapi," kata Asrorun Niam Sholeh, sekretaris Komisi Fatwa MUI, dalam sebuah diskusi online, Sabtu (12/12/2020).

Niam mengatakan, dokumen yang belum dipenuhi itu terkait dengan bahan yang digunakan Sinovac Biotech dalam proses pembuatan vaksin Corona.

"Salah satunya dokumen untuk pembiakan vaksin. Itu cukup esensial bagi para ahli dan juga LPPOM MUI untuk bisa menjadi bahan telaahan untuk fatwanya," jelasnya.

Niam pun tak mengetahui secara pasti mengapa dokumen tersebut belum diberikan oleh Sinovac Biotech sejak diminta saat audit pada 2 November lalu. Meski begitu, kata Niam, perusahaan tersebut telah berkomitmen untuk segera memberikan dokumennya.

"Mengapanya ini sangat terkait dengan produsen. Waktu itu mereka sudah memiliki itikad, komitmen, untuk segera memenuhinya," ucap Niam.

Sementara itu, hingga kini sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Corona Sinovac yang telah tiba di Indonesia masih dalam pemeriksaan mutu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebelum nantinya diberikan izin untuk disuntikkan ke masyarakat.



Simak Video "Cara Kerja Vaksin COVID-19 di Tubuh Anak-anak dan Orang Dewasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)