Senin, 14 Des 2020 13:11 WIB

Viral Vaksin COVID-19 Pfizer Disebut Bikin Wanita Mandul, Ini Faktanya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus corona: Para pemimpin dunia sepakat galang Rp120 triliun demi ciptakan vaksin virus corona Heboh vaksin COVID-19 Pfizer disebut bikin mandul, benarkah? (Foto: BBC World)

Bahan utama dalam vaksin Pfizer adalah materi genetik yang menginstruksikan sel manusia untuk membuat protein virus Corona yang disebut spike. Produksi protein ini mengajarkan tubuh untuk melawan virus Corona.

"Tidak ada protein plasenta, atau materi genetik yang menginstruksikan pembuatan protein plasenta, dalam vaksin Pfizer," kata juru bicara perusahaan Pfizer, Jerica Pitts.

Artikel blog yang menyesatkan itu menggambarkan perbandingan antara spike virus Corona dan sejenis protein plasenta. Kemiripannya diklaim cukup kuat bahwa vaksin dapat menipu sistem kekebalan sehingga membingungkan kedua protein tersebut dan menyerang plasenta.

Tetapi Stephanie Langel, ahli imunologi dan ahli imunitas ibu dan bayi di Duke University, menunjukkan bahwa spike virus Corona dan protein plasenta yang dipertanyakan hampir tidak memiliki kesamaan, membuat vaksin sangat tidak mungkin memicu reaksi terhadap jaringan halus ini.

Dr Langel juga menunjukkan bahwa tubuh manusia telah berevolusi untuk menghentikan reaksi kekebalan yang dapat merusak jaringannya sendiri.

"Jika kita tidak memilikinya, kita bahkan tidak akan berhasil melewati hari 1 kehidupan," katanya.

Pfizer menunjuk sebuah studi baru-baru ini yang menemukan bahwa virus Corona tampaknya tidak meningkatkan risiko masalah terkait kehamilan.

"Tidak ada data yang menunjukkan bahwa kandidat vaksin PfizerBioNTech menyebabkan kemandulan," kata perusahaan itu dalam pernyataan melalui email.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]

(naf/kna)