Selasa, 15 Des 2020 18:52 WIB

Akhiri Pandemi, Satgas: 3M, 3T dan Vaksinasi Harus Dilakukan Bersama

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
covid-19 Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemerintah menekankan pentingnya kedisiplinan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) sebagai pilar pengendalian untuk mengakhiri pandemi. Bahkan, hal itu harus dilakukan bersama dengan 3T (testing, tracing, treatment), penguatan perawatan di rumah sakit dan vaksinasi.

"Saya menekankan seluruh masyarakat harus memahami, ketiganya (3M, 3T, dan Vaksinasi) harus dilakukan secara bersamaan, tidak bisa hanya salah satu. Kita harus melakukan 3M, 3T, meningkatkan kemampuan perawatan RS kita dan mendapatkan vaksin untuk disuntikkan kepada masyarakat," ujar Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Selasa (15/12/2020).

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengingatkan kedisiplinan 3M juga harus dijalani walau masyarakat nanti divaksinasi COVID-19. Menurutnya, disiplin protokol kesehatan adalah hal mutlak yang harus menjadi perhatian bagi segenap elemen masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya memutus mata rantai penularan COVID-19.

Ia juga menegaskan masyarakat harus memperketat protokol kesehatan dan mewaspadai kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan di bulan Desember ini.

"Kita harus waspadai (pasca) Pilkada serentak sampai proses penyelesaian sengketa di MK yang terjadwal hingga tanggal 26 Desember. Kemudian aktivitas pada cuti bersama Libur Natal dari tanggal 24 -27 Desember 2020. Kemudian cuti bersama Libur Tahun Baru dari 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021," tuturnya

Pada tanggal-tanggal kritis tersebut, kata dia, disiplin protokol kesehatan 3M (,memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) sangat diutamakan.

"Pelajaran peningkatan angka kasus pascaliburan panjang menjadi hal penting untuk kita perhatikan bersama agar tidak terulang di titik-titik kritis tersebut," jelasnya.

Kedatangan Vaksin Bertahap

Terkait kedatangan vaksin secara bertahap, Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini sudah ada 1,2 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi tiba di Indonesia. Dalam bulan Desember ini juga, 1,8 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi akan datang lagi ditambah 15 dosis juta dalam bentuk bahan baku curah.

"Kemudian akan ada 30 juta dosis bahan baku vaksin akan tiba Januari 2021, yang nantinya akan diproses menjadi 24 juta vaksin jadi oleh PT. Bio Farma yang akan jadi pada bulan setelahnya," terangnya.

Diketahui, per 7 Desember 2020, pemerintah Indonesia juga telah memberikan konfirmasi kepada GAVI sebagai penyedia vaksin untuk berpartisipasi, membuka akses untuk 20% dari populasi rakyat Indonesia agar bisa mendapatkan vaksin dengan harga yang baik melalui kerja sama multilateral dengan WHO.

Ia melanjutkan bahwa sektor kesehatan merupakan kunci utama dari pemulihan ekonomi, yang dilakukan di Satgas PEN tidak mungkin berhasil selama kesehatan belum pulih kembali. Program PEN membantu mengganjal agar selama di sektor kesehatan belum pulih, masyarakat masih bisa hidup dengan kecukupan. Pemerintah tidak bisa melakukan sendiri, namun membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia untuk bersama-sama dapat menangani pandemi.

"Ini bukan sesuatu yang sifatnya eksklusif, ini harus merupakan sesuatu sifatnya inklusif dan tidak mungkin berhasil sebagai program pemerintah semata. Ini akan berhasil jika kita melihatnya sebagai gerakan dari seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, meski vaksin nanti sudah lolos uji klinis, masyarakat harus berperan aktif dan #IngatPesanIbu dalam menerapkan 3M, yakni #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencuci tangan seperti yang selalu dikampanyekan Satgas COVID-19.

(mul/mpr)