Kamis, 17 Des 2020 18:30 WIB

Updated

Studi Ungkap Bahaya Jika Masker Bedah Dipakai Ulang

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Cara pakai masker Bahaya pakai masker bekas. (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Sebuah studi terbaru mempertegas anjuran untuk tidak memakai ulang masker bedah bekas pakai. Masker bekas tidak efektif menangkal virus Corona COVID-19.

Studi yang dimuat dalam jurnal Physics of Fluids ini menjelaskan, masker bedah tiga lapis yang baru dipakai memiliki tingkat efektivitas hingga 65 persen dalam menangkal partikel virus. Namun jika digunakan kedua kalinya, tingkat efektivitasnya turun menjadi 25 persen.

Para peneliti pun mengatakan, masker bedah bekas dapat memperlambat aliran udara, sehingga membuat orang menjadi lebih rentan menghirup partikel virus atau bakteri. Apalagi jika masker yang digunakan sudah kotor, nantinya akan kurang efektif dalam menyaring virus.

"Wajar untuk berpikir bahwa memakai masker bekas itu lebih baik daripada tidak sama sekali," kata penulis studi, Jinxiang Xi, dikutip dari New York Post.

"Namun, hasil kami menunjukkan bahwa keyakinan ini (memakai masker bekas) hanya berlaku untuk menyaring partikel yang lebih besar dari 5 mikrometer, tidak untuk partikel halus yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer," lanjutnya.

Dijelaskan, penelitian ini menggunakan model komputer berupa orang yang sedang memakai masker bedah.

Mereka pun meneliti bagaimana cara masker dapat mempengaruhi aliran udara dan bagaimana partikel virus bisa melewati masker tersebut.

Hingga akhirnya, para peneliti menemukan, masker yang telah lama digunakan tingkat efektivitasnya akan menurun dan membuat seseorang lebih rentan menghirup aerosol ke dalam hidung.



Simak Video "Penggunaan Tali Masker Tak Disarankan, Ini Risikonya!"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)