Minggu, 20 Des 2020 14:01 WIB

Heboh Kasus Pemerkosaan Mayat, Ini 6 Fakta Penyimpangan Seks Nekrofilia

Zintan Prihatini - detikHealth
Ilustrasi Bunuh Diri Perilaku menyetubuhi mayat dikenal sebagai nekrofilia (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Publik dikejutkan dengan kasus pemerkosaan mayat yang dilakukan pria berinisal AM (19) asal Payakumbuh. Ia melakukan aksinya setelah membunuh korban karena ditolak saat mengajak untuk bersetubuh.

Warga menemukan mayat korban pada Rabu (09/12/2020) di dekat jalan menuju ladang ubi di Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari, Payakumbuh, Sumatera Barat. Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Mochammad Rosidi mengungkapkan jasad korban kemudian dievakuasi dan diautopsi.

Dalam dunia medis, perilaku menyetubuhi mayat dikenal sebagai nekrofilia. Seseorang dengan kondisi tersebut cenderung memiliki hasrat atau ketertarikan seksual untuk bersetubuh dengan mayat.

Dikutip dari Listverse, berikut enam fakta nekrofilia.

1. Nekrofilia belum tentu kelainan mental

Kondisi ini termasuk dalam kategori yang yang disebut parafilia atau ketertarikan maupun praktik seksual pada hal-hal yang tidak biasa. Studi berjudul The DSM Diagnostic Criteria for Paraphilia Not Other Specified yang ditulis Martin Kafka, menyebut nekrofilia dapat dianggap sebagai fetish karena objek hasrat seksual pada sesuatu yang tak hidup.

Namun perlu ada kajian lebih dalam mengenai itu. Nekrofilia dapat disertai dengan tindakan sadis berupa pembunuhan bermotif seksual.

2. Tipe nekrofilia

Studi yang dilakukan dr Jonathan Rosman dan dr Philip Resnick menemukan ada empat jenis nekrofilia, yakni homicidal necrophiles, regular necrophiles, fantasizer, dan pseudo-necrophiles. Semuanya dijelaskan dengan beberapa data, 68 persen nekrofilia berasal dari orang yang mengungkapkan keinginan untuk bersama pasangan yang tidak dapat menolak.

Hal mengejutkan lainnya, 42 persen orang dengan nekrofilia benar-benar melakukan pembunuhan untuk mewujudkan keinginan mereka. Ini menggambarkan bahwa banyak nekrofil melakukan tindakan ekstrem dengan membunuh orang lain.

3. Nekrofilia lebih umum ditemukan pada pria

Dalam studi yang sama, 95 persen pelaku nekrofilia adalah pria. Selain itu, 100 persen kasus pembunuhan nekrofilik dilakukan oleh pria.

Penelitian mengungkapkan hanya 15 persen wanita yang terlibat 'regular nekrophillia'. Namun tidak ada jaminan bahwa wanita tidak akan melakukan hal ekstrem terkait dengan nekrofilia.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "WHO Bicara soal Tantangan Vaksinasi Global"
[Gambas:Video 20detik]