Kamis, 24 Des 2020 14:31 WIB

Hasil Autopsi Maradona Ada Edema Paru Akut, Apa Itu?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
KAZAN, RUSSIA - JUNE 30:  Diego Armando Maradona reacts prior to the 2018 FIFA World Cup Russia Round of 16 match between France and Argentina at Kazan Arena on June 30, 2018 in Kazan, Russia.  (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images) Diego Maradona meninggal dunia. (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Jakarta -

Penyebab kematian legenda sepakbola Diego Maradona sempat menjadi tanda tanya banyak orang. Pasalnya, kematian Maradona disampaikan usai beberapa pekan sebelumnya mengalami pendarahan otak.

Akhirnya, jasad Maradona itu dibongkar dan autopsi dilakukan, didasarkan pada sampel darah serta urin. Menurut laporan Kepolisian ilmiah Buenos Aires, penyebab kematiannya adalah edema paru akut.

"Edema paru akut sekunder akibat gagal jantung kronis yang diperburuk dengan kardiomiopati dilatasi," tulis keterangan kepolisian.

Apa itu edema paru akut?

Dikutip dari Mayo Clinic, edema paru adalah kondisi yang muncul saat kelebihan cairan di paru-paru. Cairan ini terkumpul di banyak kantung udara dalam paru-paru, sehingga pasien merasa sulit bernapas.

Dalam banyak kasus, edema paru ini berkaitan dengan masalah jantung. Namun, cairan yang terkumpul di paru-paru juga bisa disebabkan karena hal lain termasuk pneumonia, paparan racun, dan obat-obatan tertentu.

Edema paru yang berkembang secara tiba-tiba atau mendadak adalah edema paru akut, seperti yang dialami Maradona, kondisi ini termasuk yang membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin. Sebab, bisa menyebabkan kematian.

Kemungkinan kondisi membaik bisa terjadi jika segera mendapatkan perawatan, dan perawatannya pun cukup bervariasi tergantung penyebabnya. Bisa memakai oksigen tambahan atau obat-obatan.

Waspadai tanda edema paru akut.

- Kesulitan bernapas (dispnea) atau sesak napas ekstrem yang memburuk saat beraktivitas atau saat berbaring
- Perasaan tercekik atau tenggelam yang memburuk saat berbaring
- Batuk yang menghasilkan dahak berbusa yang mungkin diwarnai dengan darah
- Mengi atau terengah-engah
- Kulit dingin dan lembap
- Kecemasan, kegelisahan atau rasa khawatir
- Detak jantung yang cepat dan tidak teratur (palpitasi).



Simak Video "WHO Bicara soal Tantangan Vaksinasi Global"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)