Kamis, 24 Des 2020 17:48 WIB

Lebih Menular, Menristek Sebut Varian Baru Corona Bisa Ganggu Akurasi Tes PCR

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Covid-19: Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona Varian baru Corona disebut bisa mengganggu akurasi tes PCR. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Belakangan heboh soal varian baru Corona yang ditemukan di sejumlah negara. Salah satunya varian Corona dari Inggris yaitu VUI 202012/01.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengakui, berdasarkan data, varian baru Corona di Inggris lebih cepat menular, tidak seperti mutasi D614G yang juga banyak ditemukan di Indonesia. Salah satu yang juga menjadi persoalan adalah perubahan mutasi pada RBD (receptor binding domain).

"Bedanya yang sekarang ini ternyata memang dilihat dari data penyebarannya memang lebih cepat, dan salah satu yang dipengaruhi oleh virus dan varian ini adalah dia menyerang receptor binding domain (RBD)," paparnya dalam konferensi pers Kamis (24/12/2020).

"Nah ini tentunya agak beda karena D614G tidak menyerang RBD tersebut," lanjutnya.

Apa dampaknya perubahan tersebut?

Menurutnya, akurasi tes PCR bisa saja terganggu dengan adanya varian ini. Hal ini berkaitan dengan pendeteksian salah satu gen.

"Dampak adanya varian ini adalah mesin pemeriksaan PCR, jadi mesin PCR itu salah satunya dia mendeteksi gen S, kalau mesin PCR-nya, diagnostiknya, menargetkan gen S, maka ada kemungkinan gangguan akurasi dengan adanya varian ini," pungkasnya.

Penularan Corona di Inggris juga disebutkan membuat grafik kasus Corona di sana terus mengalami peningkatan. Bambang juga menyoroti varian baru Corona yang muncul di negara lain seperti Afrika Selatan dan Australia yang disebut-sebut memicu lonjakan kasus kematian COVID-19.

"Kemudian selain Inggris ternyata ada kasus yang mirip ditemukan di Afrika Selatan dan Australia, mirip dalam pengertian tidak sama persis, tidak identik, tapi punya penularan yang lebih cepat," pungkasnya.

Namun, Bambang memastikan hingga kini belum ada bukti varian baru Corona yang ditemukan memicu keparahan penyakit atau lonjakan kasus kematian Corona.



Simak Video "Ilmuwan Inggris soal Dugaan Strain Corona Baru Lebih Mematikan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)