Minggu, 27 Des 2020 05:46 WIB

Round Up

4 Fakta Mutasi Corona di Inggris-Afsel yang Disebut Lebih Menular

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)

3. Disebut 70 persen lebih menular

Di Inggris, varian ini terdeteksi pertama kali pada September 2020. Pada November, seperempat kasus di negara ini didominasi varian baru. Angkanya melonjak jadi dua pertiga kasus pada pertengahan Desember.

Perdana Menteri Boris Johnson menyebut varian baru ini 70 persen lebih menular.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) dr Gunadi mengatakan belum ada bukti varian ini lebih ganas atau berbahaya.

4. Tak ada bukti mempengaruhi vaksin

Meski belum terbukti lebih berbahaya, penularannya yang lebih cepat memicu kekhawatiran soal penanganan di rumah sakit. Makin banyak kasus, makin banyak pula risiko kematian jika rumah sakit kewalahan.

Kabar baiknya, vaksin COVID-19 yang saat ini dikembangkan mampu melatih sistem imun untuk menyerang beberapa bagian virus. Karenanya, vaksin diyakini masih akan bekerja pada mutasi virus yang ditemukan.

"Mutasi ini belum terbukti mempengaruhi efektivitas vaksin Corona yang ada," sebut dr Gunadi.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Pemicu Virus Corona Gampang Bermutasi"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)