Selasa, 29 Des 2020 17:45 WIB

Merekam Video Seks Sendiri, Termasuk Kelainan atau Bukan Sih?

Kanya Anindita - detikHealth
Gisel sambangi Polda Metro Jaya Gisel menjadi tersangka video syur (Foto: Palevi/detikHOT)
Jakarta -

Beberapa video syur viral di media sosial mirip dengan sejumlah artis, mulai dari Gisella Anastasia atau Gisel, Jessica Iskandar, hingga Anya Geraldine. Hal tersebut membuat penarasan netizen apa alasan mereka merekam diri sendiri saat berhubungan seks.

Pengamat seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG menjelaskan bahwa merekam video intim diri sendiri termasuk dalam penyimpangan seksual atau paraphilia jika orang tersebut senang mempertontonkan video tersebut ke khalayak umum. Ia juga mengatakan jika orangnya tidak tahu atau menjadi korban, perekamnyalah yang mengidap paraphilia atau golongan voyeurism.

"Yang menjadi masalah adalah kalau kegiatan itu menjadi konsumsi umum. Kalau misalnya mereka merekam video untuk mereka berdua saja itu masih boleh," kata dr Boyke.

Menurut ahli kesehatan jiwa dr Andri, SpKJ, dari RS OMNI Alam Sutera tanpa dilakukan pemeriksaan maka tidak bisa dilakukan diagnosis. Istilah-istilah seperti voyeurisme tidak bisa digunakan sembarangan karena memiliki implikasi dalam konteks kesehatan mental dan penegakan hukum.

"Pengamat kesehatan jiwa amatir mungkin bisa mengatakan bahwa ini karena sifat narsisistik orang yang membuatnya, merasa bangga dengan tubuhnya dan ingin melihatnya kembali. Padahal belum tentu seperti itu niat pembuatnya," kata dr Andri seperti dikutip dari halaman webnya, psikosomatik.net

Menurut dr Andri, merekam diri sendiri dan pasangan sedang berhubungan seks sah-sah saja apabila dilakukan atas dasar suka sama suka. Hanya saja yang keliru adalah bila video tersebut kemudian disebarkan.



Simak Video "Merekam Video saat Hubungan Seks, Apakah Wajar?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)