Kamis, 31 Des 2020 16:01 WIB

JKN-KIS Dampingi Pejuang Kelenjar Tiroid Sampai Sembuh

Erika Dyah Fitriani - detikHealth
BPJS Kesehatan Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Salah satunya Rasilah (52) yang berjuang mengobati penyakit kelenjar tiroid sejak akhir tahun 2017.

Gangguan pada kelenjar tiroid umumnya disebabkan adanya perubahan bentuk kelenjar atau ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Kondisi ketidakseimbangan hormon tiroid bisa terjadi dalam dua bentuk, terlalu sedikit (hipotiroid) atau berlebih (hipertiroidisme). Untuk perubahan bentuk kelenjar, dapat disebabkan oleh penyakit gondok, nodul tiroid, dan kanker tiroid.

"Awal gejala yang saya rasakan, leher saya terasa bengkak. Rasanya sangat tidak nyaman bila sedang menelan makanan dan terkadang sulit untuk bernafas. Lalu saya periksakan ke dokter, kata dokter saya perlu dirujuk ke rumah sakit. Saat itu saya berobat dengan biaya sendiri, karena belum punya Kartu JKN-KIS," kata Rasilah dalam keterangan tertulis, Kamis (31/12/2020).

Perempuan yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga ini merupakan peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga. Selama pengobatan tiroid, Ia harus mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan hingga kontrol satu bulan sekali.

Program JKN-KIS dirasa membantu Rasilah mendampinginya menjalani pengobatan. Rasilah memiliki JKN-KIS di tahun ketiganya melawan penyakit berkat saran dari tenaga medis di rumah sakit untuk mendaftar menjadi peserta JKN-KIS. Sebab, pengobatan penyakit kelenjar tiroid berkelanjutan dalam jangka panjang dan membutuhkan biaya tidak sedikit.

"Alhamdulillah, setelah mendapat perawatan dan rutin kontrol kondisinya sudah semakin membaik. Apalagi ada JKN-KIS yang membiayai pengobatan saya. Saya sangat menyesal, seharusnya dari awal sebelum sakit saya sudah mendaftar peserta JKN-KIS untuk melindungi kesehatan saya dan keluarga. Jika waktu itu saya tidak disarankan perawat untuk menjadi peserta JKN-KIS, saya tidak tahu berapa biaya yang habis untuk pengobatan kelenjar tiroid saya," ujarnya.

Dokter yang merawat Rasilah menyampaikan, tiroid dapat dialami siapa saja namun umumnya dialami oleh wanita, berusia lanjut, dan memiliki keluarga dengan riwayat penyakit yang sama maupun faktor lainnya. Keluhan tidak nyaman di area leher penderita dapat diatasi dengan penegakan diagnosis yang tepat. Penting bagi penderita gangguan kelenjar tiroid melakukan kontrol rutin untuk memantau perkembangan penyakit dan evaluasi pengobatan.

Rasilah berharap, JKN-KIS dapat terus ada membantu pejuang tiroid lain seperti dirinya. Ia juga menyampaikan pesan semangat bagi pasien peserta JKN-KIS lain dalam menjalani pengobatan demi kesembuhan dan kesehatan.



Simak Video "Kemenkes Tegaskan Vaksin Gratis Tanpa Syarat!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)