Jumat, 01 Jan 2021 05:50 WIB

Terapi Plasma Konvalesen untuk COVID-19 Makin Populer, Begini Cara Kerjanya

Arbi Anugrah - detikHealth
ERLANGEN, GERMANY - APRIL 27: A recovered Covid-19 patient donates blood plasma for research into Covid-19 antibodies at the medical researcher of the German Center for Immunity Therapy (das Deutsche Zentrum Immuntherapie, or DZI) at the University Hospital Erlangen during the novel coronavirus crisis on April 27, 2020 in Erlangen, Germany. The DZI is among several research facilities across Germany conducting research and tests over whether blood plasma that contains the antibodies from recovered Covid-19 patients might provide a therapy for other Covid-19 patients still battling with the disease. Germany currently has over 150,000 confirmed cases of Covid-19 infection, 103,000 people have recovered and approximately 6,000 people have died. (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images) Terapi plasma konvalesen belakangan makin populer (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)

Selanjutnya, Yudhi menambahkan jika proses untuk menjadi donor plasma konvalesen di antaranya meliputi rekrutmen dan seleksi. Selain telah sembuh dari COVID-19, berusia 18-60 tahun dengan berat badan kurang lebih 50 kilogram dan memiliki tekanan darah 160/100 sampai dengan 110/70 mmHg.

Ditambah denyut nadi teratur 50-100 kali per menit dengan suhu tubuh kurang dari 37 derajat celcius, serta memiliki kadar hemoglobin ≥12,5 s/d ≤17 gr/dl. Tidak mengkonsumsi obat-obatan tertentu dan tidak sedang hamil atau menyusui bagi pendonor wanita, tidak memiliki penyakit jantung dan epilepsi serta tdak mengidap penyakit infeksi menular seperti HIV, hepatitis B dan C

"Pernah didiagnosis positif COVID-19 melalui hasil pemeriksaan laboratorium dengan test diagnostik (naso/oro-pharyngeal swab) pada saat sakit. Tidak menunjukkan gejala klinis COVID-19 selama minimal 14 hari sebelum donasi disertai dengan hasil negatif sars-cov-2 melalui naso/oro pharyngeal swab. Memiliki titer antibodi netralisasi sars-cov-2 setidaknya 1:160. titer antibody netralisasi 1:80 dapat dipertimbangkan jika tidak tersedia pilihan lain yang sesuai serta non reaktif terhadap uji saring infeksi menular lewat transfusi darah," jelasnya.

Kemudian bagi pendonor yang telah memenuhi kriteria pada pre skrining akan dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan golongan darah abo dan rhesus, pemeriksaan skrining antibodi, pemeriksaan uji saring infeksi menular lewat transfusi darah terhadap HIV, sifilis, hepatitis B & C. Titer antibodi dan netralisasi antibodi, lalu pemeriksaan hematologi (pengambilan metode apheresis), serta pemeriksaan total protein dan albumin (pengambilan metode apheresis).

"Oleh karena terapi plasma sangat bermafaat untuk menyelematkan pasien Covid-19, maka marilah bagi penyintas Covid-19 untuk secara sukarela mendonorkan plasmanya. Sekali lagi plasmamu dapat menyelamatkan orang lain," tuturnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Permintaan Meningkat, Lihat Lagi Syarat Pendonor Plasma Konvalesen"
[Gambas:Video 20detik]

(arb/up)