Jumat, 01 Jan 2021 16:26 WIB

Vaksin COVID-19 Pfizer Jadi yang Pertama Dapat Izin WHO, Apa Artinya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Setelah Moderna, Pfizer-BioNTech Ajukan Izin Vaksin Corona ke Regulator Eropa Vaksin COVID-19 dari Pfizer-BioNTech dapat izin darurat WHO. Foto: DW (News)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini secara resmi memasukkan vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech dalam Emergency Use Listing (EUL). Artinya vaksin COVID-19 tersebut jadi yang pertama mendapat izin penggunaan darurat oleh WHO.

Sejauh ini sejumlah kandidat vaksin yang digunakan beberapa negara baru mendapat izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari otoritas lokal.

"WHO dan mitra lainnya bekerja keras setiap hari untuk mengevaluasi kandidat vaksin lain yang sudah mencapai standar keamanan dan efikasi. Kami mendorong lebih banyak pengembang vaksin mendaftarkan diri agar bisa dilakukan analisa dan penilaian," kata Mariangela Simao, kepala program medis WHO, seperti dikutip dari situs resminya pada Jumat (1/1/2021).

Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech mendapat EUL karena dianggap sudah memenuhi standar WHO. Artinya vaksin dinilai cukup aman dan memiliki manfaat yang lebih besar daripada risiko.

Ketika suatu vaksin sudah mendapat EUL maka WHO akan menginformasikan jaringan otoritas regionalnya terkait manfaat dan cara kerja vaksin berdasarkan data dari studi terbaru. Otoritas kesehatan di tingkat negara lalu bisa segera merumuskan implementasi program vaksinasi berdasarkan EUL.

"Dan sebagai bagian dari proses EUL, perusahaan yang menyediakan vaksin harus berkomitmen terus menyediakan data agar vaksin bisa segera mendapat izin penuh dan prakualifikasi WHO," tulis WHO.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)