Jumat, 01 Jan 2021 17:51 WIB

Aa Gym Empat Kali Tes Swab COVID-19, Kenapa Hasil Negatif Jadi Positif?

Firdaus Anwar - detikHealth
KH Abdullah Gymnastiar, Blak-blakan di Pasaraya Grande, Blok M, Selasa (7/5/2019) Aa Gym bercerita menjalani empat kali tes swab. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Dai kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym kini sedang dirawat karena terinfeksi virus Corona COVID-19. Ia mengaku mengalami gejala batuk-batuk dan kehilangan fungsi indra penciuman.

Dalam video yang dibagikan di kanal Youtube-nya, Aa Gym bercerita sampai empat kali menjalani tes swab. Pada tiga tes yang pertama Aa Gym dinyatakan negatif COVID-19, baru pada tes yang keempat hasilnya menunjukkan ia positif terinfeksi.

"Ini luar biasa, tiga kali (tes swab) loh. Di Turki negatif, pulang ke Indonesia ke lab itu negatif. Masuk ke rumah sakit juga negatif," kata Aa Gym dalam video tersebut.

Kenapa hasil yang tadinya negatif bisa jadi positif?

Dikutip dari Times of India, sebetulnya kejadian orang ketahuan positif COVID-19 setelah berkali-kali tes bukan hal yang tidak pernah dilaporkan. Itulah kenapa secara umum selalu disarankan agar melakukan tes ulang bila seseorang dinyatakan negatif namun menunjukkan gejala.

Halaman resmi informasi COVID-19 negara bagian New Jersey, Amerika Serikat, menyebut hasil negatif palsu terjadi karena alat diagnosis tidak bisa selalu akurat 100 persen. Bila tes dilakukan di awal-awal masa infeksi, ada kemungkinan jumlah virus dalam sampel masih terlalu rendah untuk dideteksi.

Satu studi yang dipublikasi di jurnal Annals of Internal Medicine menyebut pemeriksaan PCR dengan hasil negatif yang dilakukan di hari ke tiga dan lima setelah infeksi tidak bisa dijadikan patokan.

"Studi yang sama juga menemukan bahwa tingkat terjadinya negatif palsu akan relatif rendah pada sekitar hari kedelapan setelah infeksi," tulis New Jersey COVID-19 Information Hub.



Simak Video "Cerita Aa Gym Terpapar COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)