Senin, 04 Jan 2021 15:37 WIB

PP Kebiri Kimia Disetujui Jokowi, 4 Negara Ini Juga Menerapkan Hukuman Serupa

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Female doctor holding a syringe Disetujui Jokowi, 4 negara ini juga berlakukan hukum kebiri di wilayahnya untuk predator seksual. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Hukum kebiri di Indonesia bagi pelaku pelecehan seksual pada anak di bawah umur disetujui Presiden Joko Widodo. Jokowi resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Kebiri untuk Predator Seksual.

Hal ini tertuang pada PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak, ditandatangani Presiden Jokowi pada 7 Desember 2020.

Selain berlaku bagi pelaku kekerasan seksual hingga pencabulan, hukum kebiri di Indonesia juga diterapkan pada tindakan ancaman kekerasan seksual pada anak. Banyak negara yang lebih dulu menerapkan kebijakan kebiri kimia pada kasus pelecehan seksual.

Berikut beberapa negara yang menerapkan hukum kebiri, dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

1. Pakistan

Selain Indonesia, Pakistan juga menyetujui hukuman kebiri kimia pada pemerkosa atau pelaku pelecehan seksual, berdasarkan Undang-Undang baru yang ditetapkan. Hal ini dipicu insiden pemerkosaan yang menimpa seorang ibu di jalan raya.

Dikutip dari The Hindu, UU baru yang disetujui Presiden Arif Alvi pada hari Selasa (15/12/2020), berharap melihat kasus pemerkosaan bisa ditangani dengan lebih cepat dan hukum berjalan sesuai aturan terkait.

"Ketentuan pengebirian kimia bagi seseorang yang melakukan pelecehan seksual berulang kali dan yang baru pertama kali ditambahkan dalam Undang-undang Anti-Pemerkosaan 2020," sebut keterangan kantor presiden setempat pada Rabu lalu.

Namun, aktivis hak asasi manusia telah memperingatkan ketentuan kebiri kimia dapat mempengaruhi kewajiban hak asasi manusia internasional Pakistan. "Kebiri kimiawi itu kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat dan akan meninggalkan peradilan pidana yang cacat," kata Rimmel Mohydin, juru kampanye Pakistan di Amnesty International.

2. Republik Ceko

Republik Ceko juga dikenal lebih dulu menerapkan aturan kebiri kimia. Hal ini berlaku pada Undang-Undang yang diperkenalkan tahun 1966.

Berdasarkan laporan negara tersebut, ada 85 orang yang menjalani hukuman kebiri kimiawi pada tahun 2000 sampai 2011. Sama seperti di Pakistan, hukuman ini juga menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia.

3. Ukraina

Juli 2019 lalu, Ukraina juga menyetujui tindakan kebiri kimia pada pelaku pelecehan seksual. Undang-undang ini berlaku bagi individu antara 18 hingga 65 tahun yang dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan.

Khususnya pemerkosaan dan pelecehan seksual pada anak di bawah umur.

4. Nigeria

Nigeria juga menjadi salah satu negara yang menerapkan kebiri kimiawi pada pelaku predator seksual. Hukuman ini berlaku bagi mereka yang memerkosa anak di bawah usia 14 tahun.

"Gubernur Negara Bagian Kaduna di Nigeria sebelumnya telah mendukung pengebirian untuk mencegah pemerkosa kembali melakukan pelanggaran. Langkah tersebut menyusul kemarahan publik atas maraknya pemerkosaan, yang mendorong gubernur negara bagian negara itu untuk mengumumkan keadaan darurat," lapor BBC.



Simak Video " 5 Fakta Seputar Kebiri Kimia untuk Predator Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)