Senin, 04 Jan 2021 19:16 WIB

31.255 Tenaga Kesehatan Dapat Vaksin Corona Pertama di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Anggota Brimob berjaga didalan gudang penyimpanan vaksin (cold room) vaksin COVID-19 Sinovac milik Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Senin (4/1/2020). Sebanyak 30.000 dosis vaksin COVID-19 Sinovac tiba di Palembang yang selanjutnya akan didistribusikan ke Kab/Kota. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp. Distribusi vaksin COVID-19 Sinovac sudah berjalan. (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Semarang -

Tahap pertama pemberian vaksin COVID-19 di Jawa Tengah (Jateng) direncanakan akan diberikan kepada 31.255 tenaga medis. Satu orang dijadwalkan mendapat dua kali vaksinasi.

Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, saat menggelar konferensi pers secara daring. Ia mengatakan saat ini sudah tiba 62.560 dosis vaksin COVID-19 Sinovac di gudang farmasi Dinkes Jateng di Semarang, peruntukan untuk tenaga kesehatan.

"Memang baru sebagian terkirim, 62.560 dosis vaksin yang diperuntukkan 31.255 orang. Nah untuk tahap pertama ini sesuai kelompok sasaran tahapan penerima vaksin untuk petugas kesehatan. Sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan publik dan beresiko tertular COVID-19, " kata Yulianto, Senin (4/1/2021).

Ia menjelaskan ada beberapa kriteria dalam pemberian vaksin tersebut yaitu tenaga kesehatan dan penunjang seperti administrasi, sopir ambulan, serta pengurus jenazah.

"Tidak hanya tenaga kesahatannya tapi juga tenaga penunjang. Seperti bagian administrasi, sopir dan pengurus jenazah. Ada kriteria inklusi dan eksklusinya," lanjut Yulianto.

"Antara lain dewasa, sehat, usia 18-59 tahun, WNI, dan memiliki NIK, itu inklusinya, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang bekerja pada fasyankes, yang punya resiko tinggi (terpapar) dan tinggal pada daerah dengan kasus tinggi. Ekslusinya yaitu memiliki komorbit, pernah terinveksi COVID-19, wanita hamil dan menyusui, itu tidak dilakukan vaksinasi tahap pertama ini," imbuhnya.

Yulianto juga menjelaskan kenapa 62 ribu dosis vaksin itu hanya untuk nakes yang jumlahnya setengah dari dosis yang diterima. Hal itu karena satu orang menerima vaksin dua kali.

"Satu sasaran dapat dua dosis. Diberi hari pertama dan hari keempat belas. Jadi dua minggu kemudian," katanya.

Untuk pendistribusian ke 35 kabupaten/kota di Jateng, Yulianto mengatakan dilakukan dalam waktu dekat. Untuk jumlah masing-masing daerah ia bel bisa merinci kecuali untuk Kota Semarang dan Solo yang sudah bisa dipastikan.

"Semuanya dapat, tapi jumlahnya tidak sama. Misalnya Kota Semarang tahap awal ini akan dapat 5.450 dosis, dan Solo mendapat 4.364 dosis. Untuk daerah lain, sedang kami finalisasi jumlahnya," terangnya.

Terkait proses dan tenaga vaksinator, Yulianto menjelaskan memberikan vaksin bukan pekerjaan baru. Hanya saja saat ini jenis vaksinnya yang baru sehingga menurutnya pelaksanaan di 878 puskesmas dan 316 rumah sakit di Jateng sudah siap.

"Untuk vaksinator, sudah kami siapkan dan kami latih. Vaksinasi tahap pertama ini, ada 2.785 petugas yang sudah dilatih. Sementara tahap kedua sudah ada 6.317 vaksinator dan akan terus berjalan," kata Yulianto.

Meski saat ini baru tiba 62 ribu dosis vaksin yang tiba, namun ditargetkan total ada 23,3 juta warga Jateng yang akan mendapatkan vaksin COVID-19 dari pemerintah.

"Jadi ada beberapa tahap nantinya, Jateng secara sasaran ada 23,3 juta masyarakat yang divaksin. Itu lebih dari 70% jumlah penduduk di Jateng, sehingga kalau itu bisa dilaksanakan maka herd immunity bisa tercapai," jelasnya.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/fds)