Selasa, 05 Jan 2021 09:04 WIB

Negara-negara yang Kembali Lockdown Ketat Akibat Lonjakan COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sejumlah negara di Eropa melaporkan laju kasus virus Corona mulai melambat. Hal itu memberi harapan bagi benua biru untuk bangkit usai dihantam wabah Corona. Sejumlah negara kembali lockdown akibat lonjakan kasus COVID-19. (Foto: AP Photo)

4. Thailand

Pemerintah Thailand juga memutuskan untuk memberlakukan kebijakan lockdown Kota Bangkok, akibat adanya lonjakan kasus virus Corona. Sekolah-sekolah yang ada di wilayah tersebut juga ditutup sementara selama dua pekan.

Pemerintah juga akan membangun lusinan pos pemeriksaan di seluruh kota untuk mencegah adanya kasus COVID-19 di sana.

"Kami sebenarnya tidak ingin menggunakan tindakan ekstrem seperti lockdown dan memberlakukan jam malam, tapi kami membutuhkan cara yang lebih kuat untuk mencegah lonjakan baru," kata Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Thailand, Taweesin Visanuyothin dikutip AFP, Sabtu (2/1/2021).

Kebijakan lockdown nasional dan pembatasan jam malam di wilayah ini rencananya akan mulai diberlakukan pada 4 Januari hingga 1 Februari 2021.

5. Jerman

Pemerintah Jerman juga memutuskan untuk melakukan lockdown lagi mulai Desember 2020 hingga Januari 2021. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan adanya lonjakan kasus yang terjadi akhir-akhir ini.

"Saya berharap cara yang lebih ringan. Tapi karena belanja Natal jumlah kontak sosial sangat meningkat," kata kanselor Angela Merkel, dikutip dari Reuters, beberapa waktu lalu.

"Ada kebutuhan mendesak untuk melakukan sesuatu," tegasnya.

Selama lockdown, hanya toko-toko tertentu seperti supermarket dan apotek yang diperbolehkan beroperasi, sementara bank masih diizinkan buka hingga 16 Desember. Untuk salon rambut dan kecantikan, studio tato, hingga sekolah diwajibkan tutup.

Sementara perusahaan diminta untuk tutup dan memerintahkan karyawannya untuk bekerja dari rumah (work from home).

"Lockdown ringan memberikan dampak, tetapi tidak cukup. Situasi tidak terkendali," kata perdana menteri Bavaria, Markus Soeder.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Alasan Selandia Baru Selalu Gercep Lockdown Bila Muncul Kasus Corona"
[Gambas:Video 20detik]

(sao/up)