Rabu, 06 Jan 2021 09:32 WIB

Corona Belum Usai, India Kembali Diserang Wabah Flu Burung

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Otoritas India melaporkan lebih dari 73 ribu kasus virus Corona dalam sehari di wilayahnya. Total kasus Corona di India semakin mendekati angka 7 juta kasus. Foto: AP Photo
Jakarta -

Di tengah pandemi Corona, India kembali diserang wabah flu burung. Akibatnya, pejabat setempat mengatakan puluhan ribu unggas di sana akan disembelih setelah wabah tersebut muncul dan membunuh banyak burung.

Melihat kondisi ini, enam negara bagian di India telah meningkatkan upaya untuk menahan dua jenis flu burung yaitu H5N1 dan H5N8. Kedua virus tersebut telah membunuh ribuan burung, bebek, burung gagak, dan ayam yang bermigrasi.

H5N8 merupakan subtipe flu burung pada unggas dan burung liar. Virus ini sudah menyebar ke beberapa negara, sejak awal tahun lalu.

"Lebih dari 600 burung mati pada Senin (4/1/2021)," kata Archana Sharma selaku kepala satwa liar di negara bagian India, yang dikutip dari Mint, Rabu (6/1/2021).

Pejabat setempat mengatakan dari sampel yang dikirim ke Institut Nasional Penyakit Hewan Keamanan Tinggi India, semuanya dinyatakan positif terinfeksi H5N1. Sebagian hewan yang mati adalah angsa berkepala batang, yang memang bermigrasi ke Asia Selatan dalam jumlah ribuan selama musim dingin.

Untuk mencegah penyebaran virus, otoritas lokal melarang penjualan dan ekspor unggas di wilayah tersebut dan meningkatkan pengujian. Di negara bagian Kerala, sebanyak 35.000 unggas dimusnahkan setelah virus H5N8 membunuh 12.000 ekor bebek.

Di negara bagian Haryana, otoritas setempat melaporkan hampir 150.000 ekor ayam mati secara misterius di beberapa peternakan unggas di distrik Barwala. Sampel dari unggas yang mati tersebut juga sudah dikirimkan ke laboratorium untuk diuji.

Negara bagian India lainnya, Rajasthan dan Madhya Pradesh juga melaporkan ratusan gagak mati. Hal ini disebabkan oleh wabah H5N1 dan H5N8 dalam beberapa minggu terakhir.

Sebelumnya, India juga sudah pernah diserang wabah flu burung pada tahun 2008 lalu. Itu merupakan wabah paling parah yang menyebabkan jutaan unggas harus dimusnahkan untuk mencegah penyebaran wabah tersebut.



Simak Video "Ilmuwan China Klaim Corona Berasal dari India, Bukan dari Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)