Minggu, 10 Jan 2021 11:12 WIB

Body Part Korban Sriwijaya Air Ditemukan, Ini Proses Identifikasi Lewat DNA

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pihak Angkasa Pura II membentuk crisis center di Bandara Soekarno Hatta terkait insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Crisis center banyak didatangi keluarag korban. Body part hingga properti diduga korban Sriwijaya Air ditemukan. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Anggota tubuh yang ditemukan di Pelabuhan JICT II Tanjong Priok, Jakarta Utara, dini hari diduga merupakan korban Sriwijaya Air. Adapula properti yang diduga milik penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

"Betul ditemukan 1 body part (anggota tubuh)," kata Kabid Dokes Polda Metro Jaya, Kombes Umar Shahab saat dihubungi, Minggu (10/1/2021). Umar menjawab pertanyaan apakah kantong plastik yang dikirim ke RS Polri dini hari tadi terkait dengan jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

Dikutip dari CNNIndonesia, DVI Pusdokkes Polri Ahmad Fauzi sebelumnya, mengatakan keluarga korban yang datang ke posko sebaiknya membawa dokumen seperti Kartu Keluarga atau ijazah untuk pencarian sidik jari.

Perawatan gigi hingga hasil rontgen gigi juga diharapkan dibawa. Termasuk sikat gigi hingga pakaian dalam yang sudah dipakai tetapi belum dicuci.

"Untuk pengambilan sampel DNA diharapkan orang tua kandung, anak kandung, beserta pasangannya, suami atau isteri," kata Ahmad, melalui pesan singkat.

Bagaimana sebenarnya proses identifikasi jenazah lewat DNA?

Beberapa waktu lalu, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio, menjelaskan identifikasi jenazah dengan menggunakan DNA, tingkat keakuratannya tinggi hingga 99,9 persen. Identifikasi jenazah lewat DNA bisa dilakukan saat wajah mengalami kerusakan hingga sulit teridentifikasi.

Prof Amin menjelaskan, DNA melalui darah bisa mengalami beberapa kesulitan lantaran perlu membandingkan dengan keluarga paling dekat.

"Paling bagus sih kalau pembandingnya itu orang tua. Jadi antara si korban dengan darah orang tuanya dibandingkan. Harus sedarah dalam satu keluarga itu," imbuh Prof Amin.

"Karena setiap orang, misalnya si korban, itu kan juga membawa gen dari ayah maupun ibunya. Kalau paling tepat lewat orang tua, tapi kalau nggak ada ya coba saudara kembar. Atau paling nggak masih keluarganyalah," jelasnya.

Sementara itu, Herawati Sudoyo dari Lembaga Biologi Molekul Eijkman menjelaskan prosedur yang dilakukan saat mengidentifikasi identitas seseorang dengan menggunakan DNA seperti berikut.

1. Mengambil sampel
2. Mengisolasi DNA
3. Memperbanyak DNA
4. Memisahkan berdasarkan muatannya secara elektroforesis
5. Membaca

"Untuk ini nggak sampai satu hari. Namun analisis dan pembuatan laporannya yang membutuhkan waktu," kata drHera.



Simak Video "Hal Positif yang Bisa Dilakukan Untuk Keluarga Korban Sriwijaya Air"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)