Senin, 11 Jan 2021 05:50 WIB

Corona Mengganas, 5 Negara Ini Kembali Lockdown!

Zintan Prihatini - detikHealth
TOKYO, JAPAN - MAY 25: Women wearing face masks walk through Shibuya on May 25, 2020 in Tokyo, Japan. As Covid-19 coronavirus cases in Japan continue to decline, Prime Minister Shinzo Abe today formally announced a complete end to the state of emergency that was imposed on April 7 in response to the outbreak. However, businesses around the country have been asked to implement social distancing and other protocols to avoid a second wave. To date, Japan has recorded 16,550 infections, 820 deaths and 13,413 recoveries from the virus. (Photo by Carl Court/Getty Images) Sejumlah negara kembali menerapkan lockdown (Foto: Getty Images/Carl Court)

3. Jepang

Jepang mulai memberlakukan lockdown di Tokyo, Chiba, Saitama, hingga Kanagawa dikarenakan naiknya gelombang ketiga COVID-19. Peraturan ini dimulai pada Jumat 8 Januari sampai 7 Februari.

Sementara itu, di Tokyo tercatat 2.400 kasus positif infeksi virus Corona baru yang menyebabkan pemberlakuan status darurat di Jepang.

"Penyebaran cepat virus Corona baru secara nasional dikhawatirkan berdampak besar pada kehidupan masyarakat dan perekonomian. Berdasarkan itu, kami mengeluarkan keadaan darurat," ujar Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di pertemuan satgas virus pemerintah, Kamis (07/01).

Pengetatan aturan di Jepang dilakukan guna menekan angka kasus COVID-19 di kelab malam dan restoran, yang selama ini menjadi tempat dengan risiko transmisi virus Corona tertinggi. Dengan ini, restoran dan bar hanya diizinkan buka hingga pukul 8 malam dan melarang menjual alkohol di atas jam 19.00.

Penduduk di Tokyo pun diimbau tidak ke luar rumah di atas jam 20.00. Selain restoran, perkantoran di Tokyo akan mempekerjakan karyawannya di rumah. Namun, lonjakan virus Corona yang terus signifikan tak membuat pemerintah Jepang menetapkan status darurat nasional karena khawatir akan perekonomian yang baru pulih dari resesi.

4. Thailand

Pemerintah Thailand pun ikut memberlakukan lockdown termasuk pemberlakuan jam malam di Kota Bangkok dimulai 4 Januari hingga 1 Februari karena lonjakan kasus COVID-19. Sekolah-sekolah di Kota Bangkok ditutup dalam dua pekan.

Selain itu, pemerintah akan membangun banyak pos pemeriksaan di penjuru kota.

"Kami sebenarnya tidak ingin menggunakan tindakan ekstrem seperti lockdown dan memberlakukan jam malam, tapi kami membutuhkan cara yang lebih kuat untuk mencegah lonjakan baru," jelas Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Thailand, Taweesin Visanuyothin dikutip dari AFP, Sabtu (2/1/2021).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]