Senin, 11 Jan 2021 18:30 WIB

Efikasi 65,3 Persen Masih Data Interim, Vaksin Sinovac Tetap Akan Dipantau

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksin Covid-19: Negara-negara termiskin di dunia tak boleh terinjak-injak dalam perebutan vaksin corona, menurut WHO Efikasi 65,3 persen vaksin Corona Sinovac masih bisa berubah. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI secara resmi memberikan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin Corona Sinovac yaitu CoronaVac. Melalui uji klinis fase tiga di Bandung, vaksin ini memiliki angka efikasi sebesar 65,3 persen.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia, mengatakan perhitungan angka efikasi ini didapatkan dari 25 kasus terinfeksi.

"Untuk penghitungan efficacy rate dari uji klinis di Bandung dengan subjek 1.600, dengan interim analisis sesuai dengan penghitungan statistik kita menargetkan 25 kasus terinfeksi. Jadi angka 65,3 persen itu dari 25 kasus terinfeksi," jelas Rizka dalam konferensi pers daring, Senin (11/1/2021).

Rizka juga mengungkapkan, BPOM masih akan tetap melanjutkan uji klinis ini dan memantau selama 6 bulan. Jika selama 6 bulan itu BPOM mendapat kasus infeksi lagi, tingkat efikasi vaksin yang ada akan direvisi.

"Kemudian ini adalah interim analisis, sehingga kita akan tetap melanjutkan uji klinik ini dan memantau sampai 6 bulan. Nanti, manakala kita mendapatkan kasus-kasus terinfeksi lagi, kita akan menghitung dan akan kalkulasikan lagi vaccine efficacy," ujarnya.

"Tentunya semua penelitian yang dilakukan para pengembang-pengembang vaksin juga harus melakukan hal yang sama, tergantung dengan perhitungan efikasi vaksin tersebut," imbuhnya.



Simak Video "Alasan BPOM Akhirnya Setujui Vaksin Sinovac untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)