Kamis, 14 Jan 2021 12:50 WIB

Saat China Diserang 'Gelombang Kedua' Corona, Mulai Lockdown Lagi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita perang antara Armenia dan Azerbaijan hingga Donald Trump dinyatakan positif Corona. China mulai berlakuka lockdown lagi. (Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein)
Jakarta -

China kembali mencatatkan lonjakan kasus Corona harian terbanyak dalam lima bulan terakhir, dihadapkan dengan ancaman gelombang kedua, sehingga membuat pemerintah setempat memberlakukan lockdown di beberapa wilayah.

Dikutip dari Reuters, sebagian besar kasus baru dilaporkan di dekat ibu kota Beijing, tetapi sebuah provinsi di timur laut China juga mengalami peningkatan infeksi yang menyebabkan lebih dari 28 juta orang menjalani karantina rumah.

Satu kota di Provinsi Hebei dengan 37 juta penduduk mengumumkan penguncian wilayah atau lockdown dan kondisi darurat. Selain itu Pemerintah Kota Langfang mengatakan 4,9 juta penduduknya akan dikarantina selama tujuh hari dan dites virus corona.

Pada hari Rabu (13/1/2021), Komisi Kesehatan Nasional melaporkan total 115 kasus baru yang dikonfirmasi, dibandingkan dengan 55 kasus pada hari sebelumnya. Ini adalah peningkatan harian tertinggi sejak 30 Juli.

Disebutkan 107 di antara kasus baru yang tercatat adalah penularan lokal. Hebei, provinsi yang mengelilingi Beijing, menyumbang 90 kasus, sementara provinsi Heilongjiang timur laut melaporkan 16 kasus baru.

Angka penularan ini muncul menjelang liburan Tahun Baru Imlek bulan depan, ketika ratusan juta orang China biasanya melakukan perjalanan ke kota asal mereka.

"Lonjakan kasus "besar-besaran" tidak mungkin terjadi selama liburan jika tindakan pengendalian dan pencegahan diterapkan dengan benar," kata Feng Zijian, wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.



Simak Video "3 Ribu Kamar Karantina Dibangun China Usai Corona Melonjak Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)