Jumat, 15 Jan 2021 12:00 WIB

Israel Tolak Saran WHO Berbagi Vaksin Corona dengan Palestina

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
An Ultra-Orthodox Jewish man, wearing a surgical mask due to the COVID-19 coronavirus pandemic, walks past Israeli flags set up in front of a shop ahead of Israels independence day due later in the week, in the centre of Jerusalem, on April 23, 2020. - Israel will celebrate its 72nd Independence Day on April 28-29 under novel coronavirus regulations, with official events and public celebrations cancelled. Israelis are required to wear faces masks when venturing outside in accordance to a governmental directive in order to combat the spread of COVID-19. (Photo by Emmanuel DUNAND / AFP) Israel menolak saran dari WHO untuk membagi pasokan vaksin COVID-19 kepada Palestina. (Foto ilustrasi: AFP/EMMANUEL DUNAND)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Israel Yuli Edelstein mengatakan pihaknya tak memiliki kewajiban atau tanggung jawab untuk memasok vaksin COVID-19 kepada warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Ia hanya menekankan kerja sama dalam pengobatan untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19 di Palestina.

Komentarnya ini muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berdiskusi informal dengan Kementerian Kesehatan Israel tentang kemungkinan memasok vaksin COVID-19 untuk tenaga kesehatan Palestina sebagai kelompok target prioritas.

"Kami bekerja sama dengan Palestina untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang tepat untuk pasien Corona. Pada tahap ini kami tidak memasok vaksin, tetapi kami memahami bahwa kepentingan Israel untuk memastikan kami tidak masuk ke dalam situasi di mana kami divaksinasi dan keluar dari masalah," kata Edelstein dikutip dari CNN.

WHO mengatakan telah diberitahu bahwa Kementerian Kesehatan Israel siap untuk "menjajaki opsi" vaksin COVID-19 untuk pekerja medis di wilayah Palestina. Hanya saja Israel mengatakan "saat ini tidak dalam posisi untuk memasok vaksin karena kekurangan vaksin di Israel."

"Itu menjadi perhatian kami.. tetapi tidak berarti itu adalah tanggung jawab kami," tambah Edelstein.

"Kami selalu siap untuk bantuan dengan peralatan, dengan nasihat yang baik, dengan produk atau dengan obat-obatan, dan kerjasama semacam ini akan terus berlanjut," sambungnya.

Pemerintah Palestina sebelumnya telah mengajukan permintaan resmi kepada Israel untuk membantu memberikan 10 ribu dosis vaksin bagi tenaga medis. Permohonan itu disampaikan karena vaksin bantuan WHO dan yang dibeli dari sejumlah perusahaan farmasi belum tiba.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)