7 Negara Ini Kembali Lockdown Usai COVID-19 Mengganas Diserang Gelombang Baru

ADVERTISEMENT

7 Negara Ini Kembali Lockdown Usai COVID-19 Mengganas Diserang Gelombang Baru

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 16 Jan 2021 08:46 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
7 negara yang kembali lockdown usai diserang gelombang baru COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)

5. Inggris

Inggris mengumumkan perketatan lockdown pada 4 Januari lalu, mendesak seluruh warga di sana untuk banyak berdiam diri di rumah. Apa saja aturan lockdown yang berlaku di Inggris?

"Orang harus menghindari kontak yang tidak perlu dan tetap berpegang pada aturan lockdown," kata kepala petugas medis Inggris Prof Chris Whitty, dikutip dari BBC.

Orang-orang di Inggris harus tinggal di rumah dan hanya keluar karena alasan tertentu. Meninggalkan rumah tanpa "alasan yang masuk akal" dinilai ilegal.

Denda yang dikenakan jika melanggar sebanyak £ 200 atau sekitar lebih dari 3 juta rupiah.

6. Thailand

Pemerintah Thailand pun ikut memberlakukan lockdown termasuk pemberlakuan jam malam di Kota Bangkok dimulai 4 Januari hingga 1 Februari karena lonjakan kasus COVID-19. Sekolah-sekolah di Kota Bangkok ditutup dalam dua pekan.

Selain itu, pemerintah akan membangun banyak pos pemeriksaan di penjuru kota.

"Kami sebenarnya tidak ingin menggunakan tindakan ekstrem seperti lockdown dan memberlakukan jam malam, tapi kami membutuhkan cara yang lebih kuat untuk mencegah lonjakan baru," jelas Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Thailand, Taweesin Visanuyothin dikutip AFP, Sabtu (02/01).

7. Libanon

Libanon mengumumkan bahwa negaranya akan memberlakukan lockdown penuh selama tiga pekan. Itu juga termasuk pembatasan jam malam mulai pukul 18.00 petang hingga 05.00 pagi guna menekan peningkatan kasus COVID-19. Lonjakan tersebut membuat tenaga media kewalahan dalam menangani pasien.

Dikutip dari CNA, Menteri Kesehatan sementara Libanon, Hamad Hasan mengumumkan lockdown akan dimulai pada Kamis, 7 Januari hingga 1 Februari 2021.

"Jelas bahwa tantangan pandemi telah mencapai tahap yang sangat mengancam nyawa warga Libanon karena rumah sakit tidak mampu menyediakan tempat tidur," jelas Hasan (07/01).

Di sisi lain, penguncian wilayah ini dilakukan di tengah kekhawatiran masyarakat akan meningkatnya pengangguran, inflasi, dan kemiskinan.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]

(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT