Minggu, 17 Jan 2021 13:12 WIB

Mengenal Pneumonia, Kondisi Farida Pasha Sebelum Meninggal Kena COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Farida Pasha Farida Pasha, pemeran Mak Lampir, meninggal dunia setelah terinfeksi COVID-19 (Foto: Dok. Instagram)
Jakarta -

Artis senior Farida Pasha meninggal, keluarga menyebut terinfeksi COVID-19. Pemeran Mak Lampir di sinetron Misteri Gunung Merapi ini awalnya masuk rumah sakit karena vertigo dan asam lambung.

Putri Farida Pasha, Gina Sonia, mengungkap hal itu dalam keterangannya kepada wartawan. Menurut Gina, pemeriksaan berikutnya menunjukkan Farida Pasha mengalami pneumonia.

"Setelah dilakukan berbagai tes dan rontgen mama terkena early pneumonia, juga hasil swabnya positif," kata Gina, dikutip dari detikHOT, Minggu (17/1/2021).

Dalam perawatan, Farida Pasha menjalani tes swab dan hasilnya positif terinfeksi COVID-19. Artis berusia 68 tahun ini meninggal pada Sabtu (16/1/2021) dan dimakamkan dengan protokol ketat COVID-19.

Dikutip dari Mayo Clinic, pneumonia adalah infeksi yang memicu peradangan pada paru-paru. Pada pneumonia, kantung udara terisi cairan sehingga dalam istilah awam sering disebut paru-paru basah. Cairan ini menyebabkan sesak napas.

Derajat keparahan pneumonia cukup beragam, dari yang ringan hingga berat. Kondisi ini memberikan dampak paling serius pada bayi, anak-anak, lansia di atas 65 tahun, dan orang-orang dengan masalah kesehatan maupun imunitas tubuh yang lemah.

Gejala pneumonia

Ada berbagai gejala bisa yang menyertai pneumonia, tergantung derajat keparahan dan penyebab infeksinya. Pneumonia ringan ditandai gejala mirip flu, tetapi lebih lama.

  • Beberapa gejala yang sering ditemukan adalah:
  • Nyeri dada saat batuk atau bernapas
  • Batuk
  • Letih
  • Demam, berkeringat, menggigil
  • Pada lansia dengan daya tahan tubuh lemah, suhu tubuh di bawah normal
  • Mual, muntah, atau diare
  • Sesak napas.

Pneumonia paling banyak disebabkan oleh bakteri dan virus, meskipun jamur dan parasit lain juga bisa menjadi penyebab. Infeksi COVID-19 juga kerap disertai komplikasi pneumonia.



Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)