Minggu, 17 Jan 2021 18:00 WIB

Beragam Cara Unik Mendeteksi Corona, Pakai Ludah hingga Bau Ketiak

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Stinky. Closeup portrait headshot woman pinches nose with fingers hands looks with disgust something stinks bad smell situation isolated on gray wall background. Face expression body language reaction Tes COVID-19 juga bisa dilakukan dengan sampel bau ketiak (Foto: iStock)
Jakarta -

Gold standard tes COVID-19 saat ini adalah tes PCR (Polymerase Chain Reaction) yang sampelnya diambil lewat swab atau usapan lendir pernapasan di hidung dan tenggorokan. Metode lain juga terus dikembangkan, mulai dari pemeriksaan sampel air ludah hingga bau ketiak.

Serius! Tes untuk mendeteksi virus Corona melalui bau keringat ketiak baru-baru diperkenalkan oleh para ilmuwan dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dengan nama "i-nose c-19". Diklaim sebagai alat screening COVID-19 pertama yang menggunakan sampel bau ketiak.

Cara kerjanya adalah dengan mendeteksi bau keringat di ketiak atau axillary sweat odor, yang lalu diproses dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Mirip-mirip dengan GeNose, alat screening COVID-19 yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa metode screening COVID-19 yang pernah dikembangkan.

1. Tes saliva

Saliva atau air ludah juga bisa digunakan untuk mendeteksi COVID-19, berbagai metode berbasis saliva sudah banyak dikembangkan untuk mendeteksi enzim tertentu. Dibanding tes swab, keunggulannya jelas lebih nyaman karena pasien tinggal meludah tanpa harus dikorek hidung dan tenggorokannya.

2. Tes bau ketiak

Dikembangkan oleh Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc, guru besar Teknik Informatika ITS, tes ini mendeteksi COVID-19 dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI). Alatnya diberi nama i-nose c-19.

3. Tes hembusan napas

Serupa dengan i-nose c-19, tes COVID-19 dengan hembusan napas juga memakai teknologi AI untuk mendeteksi volatile organic compound (VOC) atau senyawa tertentu yang khas ditemui pada napas pengidap COVID-19. Tes berbasis hembusan napas dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan alat yang dinamakan GeNose C-19.

4. Tes darah

Tes ini pasti sudah tidak asing, dikenal dengan istilah rapid test antibodi atau serologi. Sesuai namanya, tes ini mendeteksi antibodi dalam darah, yang menandakan adanya respons sistem imun. Fungsinya mendeteksi riwayat paparan, bukan mendeteksi virusnya secara langsung. Kelebihannya adalah hasilnya bisa didapatkan dalam waktu relatif cepat yakni sekitar 15 menit.

5. Tes swab

Setidaknya ada dua macam tes yang menggunakan swab atau usapan lendir pernapasan di area nasofaring, yakni rapid test antigen dan RT-PCR (reverse-transcriptase polymerase chain reaction). Tes berbasis swab diyakini lebih akurat karena mendeteksi material virusnya secara langsung.



Simak Video "Setelah GeNose UGM, ITS Buat Alat Screening Lewat Ketiak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)