Minggu, 17 Jan 2021 19:35 WIB

WHO Tidak Sarankan Bukti Vaksinasi Jadi Syarat Bebas Bepergian

Firdaus Anwar - detikHealth
Proses vaksinasi COVID-19 digelar di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta. Para tenaga kesehatan mendapat suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama. WHO tidak menyetujui vaksinasi jadi syarat bebas bepergian. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Jakarta -

Sebagian negara kini sudah mulai menjalankan program vaksinasi COVID-19. Terkait hal tersebut, muncul laporan rencana-rencana pemerintah di berbagai belahan dunia mengeluarkan 'paspor vaksin' atau bukti vaksinasi yang bisa dipakai sebagai syarat bepergian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan menolak rencana tersebut. Alasannya karena sampai saat ini masih belum diketahui pasti efikasi vaksin dalam mengurangi transmisi virus.

"Untuk saat ini, jangan menerapkan bukti vaksinasi atau imunitas untuk syarat perjalanan internasional karena masih banyak faktor penting yang belum diketahui terkait efikasi vaksin dalam mengurangi transmisi dan ketersediaan suplainya," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Minggu (17/1/2021).

"Bukti vaksinasi tidak seharusnya membuat seseorang bisa dikecualikan dari mematuhi upaya-upaya pembatasan risiko penularan," lanjut WHO.

Spanyol, Belgia, Islandia, Estonia, dan Denmark dilaporkan jadi sebagian negara yang tertarik menerapkan konsep paspor vaksin Corona ini.



Simak Video "Kemenkes Imbau Calon Penerima Vaksin Corona Jujur saat Skrining"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)