Senin, 18 Jan 2021 12:37 WIB

Viral Dokter 77 Tahun di Indonesia Disuntik Vaksin Corona Sinovac, Amankah?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sebanyak 14 tenaga medis di Depok menjalani proses vaksinasi COVID-19. Para tenaga medis itu disuntik vaksin Sinovac. Bolehkah lansia mendapat vaksin COVID-19 Sinovac? (Foto: Dedy Istanto/Detikcom)
Jakarta -

Di Indonesia, vaksin Corona COVID-19 buatan Sinovac saat ini hanya dianjurkan untuk orang rentang usia 18-59 tahun. Data uji klinis yang tersedia saat ini belum menjamin apakah vaksin tersebut aman jika disuntikan pada orang lanjut usia (lansia).

Namun, baru-baru ini ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mengunggah sebuah video di akun Twitter pribadinya, @dpriono1. Dalam video tersebut, seorang tenaga kesehatan (nakes) berusia 77 tahun di Indonesia tengah vaksin Corona Sinovac di RS Medistra, Jakarta.

"Video singkat tentang pemberian vaksin Sinovac pada Prof dr Suwandi Widjaja (77 tahun) di RS Medistra dan istri. Sinovac bisa untuk lansia yang sehat. Seperti juga dilakukan di Turkey. Sinovac dianjurkan pada usia 18-59 tahun. Tak ada larangan diberikan pada usia 60+ sehat," tulis Pandu dalam unggahannya, Minggu (17/1/2021).




Saat dihubungi detikcom, Pandu mengatakan bahwa tidak ada larangan lansia tidak boleh disuntik vaksin Corona Sinovac. Terlebih yang disuntik adalah seorang tenaga kesehatan, salah satu kelompok prioritas vaksinasi COVID-19.

Meski begitu, Pandu menegaskan bahwa tidak serta-merta semua nakes lansia boleh divaksin. Menurutnya, nakes lansia yang boleh divaksin adalah mereka yang masih aktif bekerja dan juga harus sehat.

"Pemerintah itu harus memprioritaskan kepada nakes, terutama nakes yang aktif. Kalau yang tidak mau, yasudah lupakan saja. Tapi yang mau, karena dibatasi usia harus diberikan haknya," kata Pandu, Senin (18/1/2021).

Bagaimana keamanannya?

Pandu menjelaskan, kebijakan ini sudah dilakukan di Turki dan para ahli di sana menyatakan vaksin Corona Sinovac aman untuk lansia yang sehat. Maka dari itu, jika dilihat dari risikonya apabila terkena COVID-19, maka nakes lansia lebih baik disuntik vaksin untuk menurunkan tingkat keparahan infeksi.

"Lebih aman mana sama nggak divaksinasi? Risikonya kecil. Kita itu kalau mau memikirkan risiko itu relatif. Kalau nggak divaksinasi, risikonya jauh lebih berat," jelasnya.

Namun, kata Pandu, dengan catatan nakes lansia tersebut harus dalam keadaan sehat dan tidak ada kontraindikasi terhadap vaksin Corona.

"Harus sehat, nggak ada kontraindikasi ya," tegasnya.

Berbeda dengan Indonesia, beberapa negara menempatkan lansia sebagai kelompok prioritas vaksinasi COVID-19. Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden yang berusia 78 tahun termasuk lansia yang mendapat vaksin, menggunakan produk buatan Pfizer yang dalam uji klinisnya sudah terbukti aman bagi lansia.

Sementara presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang usianya 66 tahun mendapatkan vaksin Corona Sinovac. Uji klinis vaksin Sinovac pada lansia saat ini tengah berjalan.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)