Senin, 18 Jan 2021 13:15 WIB

MUI Tak Bakal Terbitkan Fatwa Wajib Vaksinasi COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Proses vaksinasi COVID-19 digelar di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta. Para tenaga kesehatan mendapat suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama. MUI tidak akan menerbitkan fatwa wajib vaksinasi COVID-19. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Jakarta -

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa halal vaksin COVID-19 Sinovac. Namun MUI menyebut tidak akan mengeluarkan fatwa wajib vaksinasi virus corona.

"Ini tidak dalam fatwa, tapi berupa anjuran atau Maklumat yang akan bertanda tangan oleh Ketum dan Sekjen [MUI]," kata Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin AF kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/1/2021).

Hasanuddin menyebut keputusan mengeluarkan fatwa wajib vaksinasi berada di bawah wewenang Dewan Pimpunan MUI. Meski demikian, Dewan Pimpinan MUI tidak mau mengeluarkan fatwa wajib vaksinasi.

Ke depannya, MUI hanya akan mengeluarkan maklumat atau anjuran kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19.

"Jadi anjuran sifatnya," kata dia.

Diwawancara terpisah, Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ahsin Sakho mengatakan tugas Komisi Fatwa MUI saat ini hanya memberikan kepastian terkait kehalalan vaksin virus corona.

Dijelaskan oleh Ahsin, Komisi Fatwa MUI cuma memberikan penjelasan soal kehalalan, belum sampai pada kewajiban untuk melakukan vaksinasi.

"Jadi belum, belum sampe ke sana [buat fatwa wajib vaksinasi]. Kecuali seandainya dalam situasi gawat, itu lain lagi," sebut Ahsin.



Simak Video "WHO Peringatkan Vaksin Bakal Terbatas di Tahun 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)