Senin, 18 Jan 2021 18:00 WIB

Suhu Tubuh Pada Pasien Corona, Berapa Sih?

Kanya Anindita - detikHealth
Guru melakukan pengecekan suhu tubuh pada Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gantiwarno, Klaten, saat memasuki area sekolah pada saat uji coba sekolah tatap muka dengan standar protokol kesehatan ketat di Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah. Foto: Pius Erlangga
Jakarta -

Suhu tubuh Corona adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan pada pasien COVID-19, khususnya ketika mereka mengalami demam. Peningkatan suhu tubuh corona yang semakin parah perlu diwaspadai sebab berbahaya jika tidak segera ditangani.

Dikutip dari Biomedcentral, hasil analisis di Rumah Sakit Mount Sinai, New York, menunjukkan sebanyak 9417 pasien dinyatakan positif mengidap COVID-19 dengan deteksi PCR. Suhu tubuh corona pada 50 persen pasien yakni diatas 37 derajat celcius.

Perlu diingat bahwa semakin meningkat suhu tubuh corona, maka semakin besar kemungkinan infeksi COVID-19 yang menimbulkan kematian pada pasien. Faktanya, satu dari tiga pasien dengan suhu tubuh corona mencapai 39,5 derajat celcius meninggal dunia.

Untuk itu, pengontrolan suhu tubuh corona pada pasien COVID-19 sangat penting. Sebab, kurangnya pengawasan suhu tubuh corona bisa berakibat fatal pada kesehatan pasien dan memungkinkan virus COVID-19 semakin merusak tubuh.

Berbeda dengan suhu tubuh corona, suhu tubuh normal manusia terletak pada rentang 36,5 derajat celcius hingga 37 derajat celcius, terlepas dari temperatur di luar. Suhu tubuh akan menyesuaikan dengan kondisi sekitar, misalnya udara dingin akan menurunkan suhu tubuh normal.

Banyak tempat umum yang menerapkan pengukuran suhu tubuh. Jika suhu tubuh di atas 37 derajat celcius, kemungkinan sudah memasuki suhu tubuh corona dan perlu penanganan lebih lanjut oleh dokter.

Meskipun kenaikan suhu tubuh belum dijadikan patokan seseorang terkena COVID-19, masyarakat tetap harus berhati-hati. Hal ini tidak bisa dianggap sepele mengingat demam menjadi salah satu gejala umum COVID-19.

Untuk mengukur suhu tubuh corona, cukup tempelkan termometer pada dahi. Suhu tubuh corona bisa naik turun, sehingga pengecekan perlu dilakukan selama 14 hari berturut-turut untuk mengetahui terinfeksi atau tidaknya kita pada COVID-19.



Simak Video "3 Obat yang Diuji WHO untuk Pasien Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)