Senin, 18 Jan 2021 22:12 WIB

Benarkah RS COVID-19 di Yogyakarta Penuh? Ini Kata Sultan

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Petugas menggunakan seragam prajurit Keraton Yogyakarta saat bertugas menjaga kawasan wisata Jalan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (18/10/2020). Petugas keamanan di Maliboro atau yang sering disebut Jogoboro mengenakan seragam khusus yang kerap dikenakan prajurit atau bergada Keraton Yogyakarta, untuk menarik daya tarik wisatawan. detikcom/Pius Erlangga Virus Corona di Yogyakarta (Foto: PIUS ERLANGGA)

Padahal, semestinya OTG tidak perlu rawat inap di rumah sakit karena BPJS tidak akan dibayar menggunakan APBD. Sehingga lebih baik melakukan isolasi di shelter biarpun itu dibiayai oleh Pemda, tapi setidaknya hal tersebut tidak memenuhi bed RS untuk pasien COVID-19.

"Hal seperti ini kita tertibkan. OTG itu tidak perlu ke rumah sakit. Diisolasi gitu lho. Ngebak-ngebaki makannya sekarang saya minta untuk hal seperti itu dilakukan yang ada di Kabupaten Kota. OTG jangan kemenuhi bed di rumah sakit. Yang bayar APBD karena BPJS nggak bisa bayar," katanya.

Karena itu Ngarsa Dalem mempertanyakan adanya pasien COVID-19 yang kesulitan mendapatkan layanan rawat inap di RS rujukan.

"Saya punya pertanyaan ini hoaks apa ada orang yang kesulitan betul (dapat bed). Bed kesulitan neng rumah sakit opo kalau di (RS) swasta yang bersedia itu hanya 10 persen untuk menyediakan bednya kalau makin tinggi prsentasi berarti dia kan duitnya perputarannya jadi lambat karena harus nagih di BPJS. Kalau penyakit lain cash," ucapnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)