Selasa, 19 Jan 2021 06:03 WIB

4 Fakta Uji Klinis di Balik Tertularnya 25 Relawan Vaksin Sinovac di Bandung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Petugas medis memberikan vaksin Sinovac kepada Tenaga Kesehatan Puskesamas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Pada hari pertama pemberian vaksin Sinovac, terdapat 11 orang tenaga kesehatan yang disuntik vaksin di Puskesma Kecamatan Cilincing. Vaksin COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Topik Hangat Siap Divaksin!

3. Uji klinis vaksin lain bagaimana?

Berikut, detikcom merangkum beberapa data uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan di beberapa tempat dengan beberapa jenis vaksin yang berbeda.

Uji klinis vaksin Sinovac - Bandung

Jumlah relawan: 1.620 orang
Positif COVID-19: 25 orang (7 dari kelompok vaksin, 18 dari kelompok plasebo)

Efikasi: 65,4 persen

Uji klinis vaksin Sinovac - Brasil

Jumlah relawan: 12.000 orang
Positif COVID-19: 288 orang (128 dari kelompok vaksin, 160 dari kelompok plasebo)

Efikasi: 50,38 persen

Uji klinis vaksin Moderna

Jumlah relawan: sekitar 25.000 orang
Positif COVID-19: 95 orang (5 dari kelompok vaksin, 90 dari kelompok plasebo)

Efikasi: 94,5 persen

Uji klinis vaksin AstraZeneca-Oxford

Jumlah relawan: 11.636 orang
Positif COVID-19: 131 orang (30 dari kelompok vaksin, 101 dari kelompok plasebo)

Efikasi: 70 persen (dengan pengaturan dosis tertentu didapatkan efikasi hingga 90 persen)

Uji klinis vaksin Pfizer-BioNTech

Jumlah relawan: 43.448 orang
Positif COVID-19: 170 orang (8 dari kelompok vaksin, 162 dari kelompok plasebo)

Efikasi: 70 persen

4. Penting! Efikasi bukan satu-satunya ukuran

Meski sudah mendapat otoritas atau izin darurat untuk bisa digunakan, sebagian vaksin sesungguhnya belum benar-benar menyelesaikan uji klinis. Data yang digunakan adalah data interim, yang artinya masih sementara. Perubahan data efikasi masih sangat dimungkinkan pada pengamatan selanjutnya.

Penting untuk dicatat, efikasi bukan satu-satunya ukuran yang diamati dalam uji klinis vaksin COVID-19. Ada berbagai pertimbangan lain yang juga selalu jadi catatan, antara lain keamanan dan efek samping, serta data imunogenitas.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menjelaskan, imunogenesitas adalah kemampuan dalam pembentukan antibodi di dalam tubuh dan juga kemampuan antibodi dalam membunuh atau menetralkan virus. Pada uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung, imunogenesitas yang teramati pada periode 3 bulan pengamatan adalah 99,23 persen.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
Topik Hangat Siap Divaksin!