Selasa, 19 Jan 2021 18:02 WIB

Heboh Hoax soal Chip, Satgas Jelaskan Fungsi Barcode di Botol Vaksin Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksinasi Corona secara nasional untuk para nakes dimulai. Berikut foto-foto vaksinasi di kawasan Depok dan Solo. Foto: Tim detikcom
Jakarta -

Pasca program vaksinasi COVID-19 di Indonesia dilaksanakan, berbagai hoax atau berita bohong beredar di masyarakat. Salah satunya isu mengenai penanaman chip atau komponen manajemen sistem yang melacak masyarakat yang telah menerima vaksin.

"Pada kesempatan ini, saya menegaskan bahwa berita itu adalah berita bohong atau hoax, tidak ada chip di dalam vaksin," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Selasa (19/1/2021).

"Terkait kode yang disinyalir ada pada vaksin, kode tersebut ada pada barcode yang menempel pada botol cairan vaksin dan tidak akan menempel pada orang yang divaksin," lanjutnya.

Prof Wiku menjelaskan fungsi dari barcode yang diisukan ditempel pada orang yang telah divaksin hanya berguna untuk pelacakan pendistribusian vaksin. Barcode itu sama sekali tidak bisa difungsikan untuk melacak keberadaan masyarakat yang sudah divaksin.

Selain itu, Prof Wiku juga menegaskan bahwa informasi yang diberikan masyarakat saat program vaksinasi pada pemerintah akan dijamin kerahasiaannya. Data itu hanya digunakan untuk kepentingan proses vaksinasi COVID-19. Hal ini pun sudah diatur pada pasal 8 ayat 1 PP 40 tahun 2019.

"Bahwa kementerian atau lembaga dan badan hukum Indonesia yang memperoleh data pribadi penduduk atau data kependudukan dilarang menggunakan data pribadi penduduk melampaui batas kewenangannya," jelas Prof Wiku.



Simak Video "Kemenkes Susun 4 Strategi Vaksinasi untuk 181 Juta Penduduk RI"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)