Selasa, 19 Jan 2021 19:30 WIB

Ahli Pastikan Varian Baru Corona Afsel 50 Persen Lebih Menular!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Varian baru Corona di Afsel dipastikan ahli 50 persen lebih menular. (Foto: NIAID)
Jakarta -

Para ahli mengatakan, varian baru Corona yang teridentifikasi di Afrika Selatan lebih menular dari virus Corona yang ada sebelumnya. Tetapi, sampai saat ini belum ada bukti yang mengungkapkan bahwa varian ini lebih mematikan.

Tak seperti varian baru Corona dari Inggris, varian ini diketahui lebih menular 50 persen dari virus aslinya. Hal ini diungkapkan oleh Profesor Salim Abdool selaku ahli epidemiologi sekaligus ketua komite ilmiah kementerian kesehatan setempat.

"Tidak ada bukti varian COVID-19 baru lebih parah dari varian aslinya," kata Profesor Abdool yang dikutip dari Medical Xpress, Selasa (19/1/2021).

Hasil ini didapatkan setelah para ahli menganalisis data dari varian yang sekarang menjadi strain dominan di Afrika Selatan. Data tersebut dikumpulkan dari kelompok infeksi utama di seluruh negeri.

Pada Senin (18/1/2021), Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Zweli Mkhize mengatakan telah terjadi penurunan infeksi sebesar 23 persen, tetapi jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit meningkat sebesar 18,3 persen pada minggu sebelumnya.

"Meskipun jumlah pasien meningkat, angka kematian akibat virus di rumah sakit tidak berubah dari gelombang pertama virus," kata Dr. Waasila Jassat, anggota panel ahli lainnya.

Dari sisi vaksinasi, sampai saat ini Profesor Abdool mengatakan masih belum diketahui apakah vaksin yang ada saat ini akan efektif melawan varian baru virus tersebut, meskipun beberapa penelitian sedang berlangsung.



Simak Video "Ilmuwan Inggris soal Dugaan Strain Corona Baru Lebih Mematikan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)