Selasa, 19 Jan 2021 22:49 WIB

Berapa Lama Masa Inkubasi COVID-19? Cek di Sini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19 Isolasi selama masa inkubasi COVID-19 (Foto: Getty Images/Xesai)
Jakarta -

Pengetahuan terkait masa inkubasi COVID-19 selama pandemi ini sangat penting untuk menghindari penularan. Secara umum, masa inkubasi dimulai ketika seseorang terinfeksi virus hingga akhirnya muncul gejala.

Masa inkubasi menjadi salah satu titik kritis penularan, karena seseorang yang terinfeksi tetap bisa menularkan virus Corona meski belum atau tidak muncul gejala. Bahkan bagi pasien yang bergejala, salah satu fase paling infectious atau paling menularkan adalah beberapa hari sebelum munculnya gejala.

Dengan alasan tersebut, selama masa inkubasi COVID-19 sangat dianjurkan untuk melakukan isolasi. Jika tidak tahu pasti apakah seseorang terinfeksi atau tidak karena tidak ada gejala, maka isolasi dianjurkan setelah melakukan kegiatan berisiko seperti kumpul-kumpul atau bepergian.

Memangnya berapa lama masa inkubasi COVID-19 berlangsung?

Berdasarkan sebuah penelitian, rata-rata masa inkubasi COVID-19 selama lima hari. Untuk menentukannya, tim peneliti mempelajari 138 pasien COVID-19 yang berada di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, China sejak awal pandemi.

Hasilnya menunjukkan, rata-rata pasien di sana membutuhkan waktu lima hari itu sampai gejala awal seperti sesak napas muncul. Hal ini juga selaras dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang mengungkapkan bahwa masa inkubasi bisa berlangsung selama empat sampai lima hari.

Menurut penelitian lain yang dikutip dari Harvard Medical School, diperkirakan masa inkubasi COVID-19 selama 3 hingga 14 hari. Gejala infeksi akibat virus tersebut biasanya akan muncul dalam 4-5 hari setelah terpapar, dan mungkin bisa menular ke orang lain selama 48 jam sebelum gejala muncul.

Namun, di beberapa kasus masa inkubasi ini bisa membutuhkan waktu hingga 27 hari sampai gejalanya berkembang.

Berapa lama gejala akan dirasakan?

Gejala khas yang muncul pertama kali setelah pasien terinfeksi virus biasanya meliputi demam, batuk kering, anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa, hingga kelelahan. Pada 85 persen pasien, gejala-gejala tersebut bisa hilang dalam waktu minimal satu minggu dan bisa lebih lama tergantung kondisi pasien saat itu.

Pada pasien dengan kondisi yang parah dan mengalami gejala seperti sesak napas bisa berkembang selama 7-10 hari. Rata-rata mereka yang mengalami gejala ini akan diarahkan untuk melakukan perawatan intensif di hari ke-10.

Peneliti China juga mengatakan, gejala awal ini bisa terus berkembang sekitar 18-22 hari jika mereka berhasil melalui masa perawatan intensif.

Berapa lama masa pemulihan?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pasien membutuhkan masa pemulihan selama dua sampai enam minggu. Tetapi, hal ini tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan juga cara pengobatannya.

Pada kasus ringan, masa pemulihan bisa terjadi 2-3 minggu. Namun, untuk kasus yang parah atau kritis bisa lebih lama sekitar 3-6 minggu. Untuk itu, pada masa inkubasi COVID-19 selama 2-14 hari benar-benar harus dioptimalkan untuk mengetahui perkembangan gejala Corona yang muncul pasca seseorang terinfeksi.



Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)