Rabu, 20 Jan 2021 15:02 WIB

Satu Orang Pingsan Usai Vaksin COVID-19 di Jateng, Ganjar Pastikan Tak Bahaya

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Sebanyak 14 tenaga medis di Depok menjalani proses vaksinasi COVID-19. Para tenaga medis itu disuntik vaksin Sinovac. Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Dedy Istanto/Detikcom)
Semarang -

Reaksi setelah vaksinasi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dilaporkan terjadi di Jawa Tengah usai vaksinasi COVID-19. Meski dinilai tidak berbahaya, namun ada juga satu orang yang sempat pingsan.

Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai rapat evaluasi vaksinasi di kantornya. Ganjar menyebut jenis-jenis KIPI namun tidak menyertakan jumlahnya. Meski demikian semuanya saat ini sudah sehat.

"Gejalanya di Kota Semarang ada yang sempat pingsan, ada yang matanya merah, ada yang bengkak, dan mual, semua sudah sehat. Di Kabupaten Semarang ada yang mual, gatel pada suntikan. Di kota Surakarta, nyeri lengan, mual, muntah, ada yang bagus ini bahasanya, semrepet. Ada yang dada berdebar, yang ngantuk ini paling banyak," kata Ganjar di kantornya, Rabu (20/1/2021).

"Tandanya itu, tapi tidak ada yang berlanjut. Semua sudah sehat semua," imbuhnya.

Pada proses penyuntikan, memang ada waktu untuk menunggu 30 menit usai vaksin masuk ke tubuh agar bisa melihat ada tidaknya gejala. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menjelaskan terkait satu nakes yang pingsan pasca vaksinasi sudah langsung ditangani dan sadar.

"Situasional yang banyak terjadi, walau itu hanya satu ya. Sinkop istilahnya, suatu kejadian kehilangan kesadaran sesaat saja. Kayak anak-anak upacara di tengah-tengah begitu (pingsan), tapi begitu kita rawat kasih minum sembuh lagi. Bisa juga karena tegang," jelas Yulianto.

Diberitakan sebelumnya, dari data sampai 19 Januari 2021 kemarin pukul 14.00 WIB, sudah 4.415 nakes di Kota Semarang, Kota Surakarta dan Kabupaten Surakarta yang divaksin atau 13,2 persen dari seluruh nakes.

"Pelaksanaan sampai dengan tanggal 19, Kota Semarang sudah sekitar 2.219 atau 11,8 persen, Kabupaten Semarang 655 atau sekitar 16 persen, Kota Surakarta 1.541 berarti 15 persen. Sehingga rata rata kita sudah 13,2 persen atau 4.415 yang sudah divaksin," kata Ganjar di kantornya, Rabu (20/1/2021).



Simak Video "Sejumlah Produsen Laporkan Efikasi Vaksin COVID-19, Apa Artinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)