Kamis, 21 Jan 2021 08:00 WIB

Bertambah Lagi, Kini Chili Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Corona Sinovac

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Petugas medis memberikan vaksin Sinovac kepada Tenaga Kesehatan Puskesamas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Pada hari pertama pemberian vaksin Sinovac, terdapat 11 orang tenaga kesehatan yang disuntik vaksin di Puskesma Kecamatan Cilincing. Chili menyetujui penggunaan darurat vaksin Corona buatan Sinovac. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Daftar negara yang menyetujui penggunaan darurat vaksin Corona (COVID-19) buatan Sinovac kembali bertambah. Kini, otoritas kesehatan Chili telah memberikan izin tersebut pada Rabu (20/1/2021) waktu setempat.

Dikutip dari Reuters, dalam pelaksanaannya nanti, otoritas kesehatan Chili tidak memperkenankan warga lanjut usia (lansia) di negaranya untuk disuntik vaksin Corona Sinovac. Pasalnya, hingga kini belum ada data pasti apakah vaksin tersebut benar-benar aman jika diberikan pada lansia.

Sebanyak lebih dari 10 juta dosis vaksin Corona Sinovac siap untuk diberikan kepada warga Chili, yang berusia 18-59 tahun.

Menteri Kesehatan Chili, Enrique Paris, mengatakan bahwa populasi lansia akan tetap diberikan vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech, karena telah terbukti keamanannya dalam uji klinis.

"Untuk saat ini kami akan tetap berpegang pada rekomendasi dari para ahli," ucap Enrique.

"Kami akan menggunakan semua dosis Pfizer yang kami punya untuk lansia agar mereka tetap bisa divaksin. Saya berharap jadwal vaksinasi tidak akan berubah," jelasnya.

Diketahui, sebelumnya Brasil dan Turki juga telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Corona buatan Sinovac. Saat ini, Indonesia juga tengah melakukan vaksinasi COVID-19 tahap awal menggunakan vaksin Sinovac.



Simak Video "Di Balik Keputusan Brasil Tangguhkan Uji Vaksin Sinovac China"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)