Kamis, 21 Jan 2021 18:30 WIB

Satgas COVID-19 Tegaskan Peningkatan Kasus Bukan Akibat Mutasi Baru Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Foto: Wiku Adisasmito (Screenshot YouTube Setpres)
Jakarta -

Indonesia masih mencatatkan penambahan kasus harian COVID-19 yang cukup signifikan setiap harinya. Bahkan dalam sepekan terakhir, angka penularan Corona beberapa kali mencetak rekor terbanyak.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan penambahan kasus COVID-19 di Indonesia bukan disebabkan karena adanya mutasi baru COVID-19 seperti di Inggris. Karenanya, ini adalah alarm bagi masyarakat untuk lebih patuh protokol kesehatan.

"Ini adalah alarm untuk lebih siaga. Saya perlu tegaskan bahwa penambahan kasus positif yang besar saat ini terbukti bukan karena munculnya varian baru seperti di Inggris," ujar Prof Wiku dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Kamis (21/1/2021).

Prof Wiku mengatakan dari hasil pelacakan 244 whole genome sequencing oleh LBME Eijkman yang juga sudah dilaporkan ke GISAID, tidak ditemukan adanya mutasi B117 sampai saat ini.

"Jenis mutasinya yang banyak ditemukan ialah berjenis D614G. Oleh karena itu untuk menekan peluang mutasi SARS-CoV-2 ini kita harus mampu menekan infeksi dengan memperlambat laju penularan," pungkasnya.



Simak Video "Mutasi Corona Inggris Masuk RI, Satgas Minta Prokes Diperketat "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)