Jumat, 22 Jan 2021 10:47 WIB

Kontak Erat dengan Positif Corona, Kapan Harus Periksa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Portrait of young woman putting on a protective mask for coronavirus isolation Kapan harus periksakan diri setelah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Kasus baru infeksi COVID-19 masih terus bertambah setiap harinya. Oleh karena itu tracing dan testing terutama kepada mereka yang kontak erat dengan positif Corona menjadi hal penting untuk memutus rantai penularan COVID-19 di masyarakat.

Virus Corona diketahui cepat menular terlebih saat melakukan kontak erat dengan pasien positif. Kontak erat juga berhubungan dengan risiko persebaran droplet dari orang yang terinfeksi COVID-19.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang terpapar virus Corona seperti kondisi tubuh dan imunitas. Disebutkan juga bahwa aktivitas seperti batuk, bernyanyi, ataupun berteriak, bisa membentuk aerosol yang meningkatkan risiko penularan.

Dalam pedoman yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI, ada beberapa kriteria kontak erat dengan positif Corona, antara lain:

  • Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
  • Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).
  • Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.
  • Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Kapan harus periksa jika kontak erat dengan positif Corona?

Kontak erat sebelumnya akan dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari. Jika setelah dilakukan karantinaselama 14 hari tidak muncul gejala, maka pemantauan dapat dihentikan.

Akan tetapi jika selama pemantauan, kontak erat muncul gejala maka harus segera
diisolasi dan diperiksa swab (RT-PCR).

Kontak erat dengan positif Corona dapat terjadi pada keluarga atau rumah tangga, petugas kesehatan di lingkungan rumah sakit, ruang kelas, tempat kerja, bahkan di tempat-tempat umum lainnya.



Simak Video "Dampak Virus Corona, Ari Lasso Alami Infeksi Paru"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)