Jumat, 22 Jan 2021 18:44 WIB

Masih 'Bebas' Corona, Warga Wuhan Asyik Dugem Sambil Lepas Masker

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kelab malam di Wuhan kembali beroperasi seiring nihilnya kasus Corona baru di sana. Warga Wuhan sudah 'bebas' clubbing. (Foto: Getty Images/Getty Images)
Jakarta -

Satu tahun berlalu sejak COVID-19 merebak, Wuhan kini masih bebas Corona. Klub malam di Wuhan kembali normal usai lockdown di tahun sebelumnya membuat kota tersebut bak kota mati.

Dikutip dari France24, klub malam besar di Wuhan bernama Super Monkey, dipenuhi para clubber yang sibuk menari hingga sesekali melepas masker mereka. Masker masih menjadi barang wajib yang digunakan, pemeriksaan suhu juga jadi syarat masuk klub malam tersebut.

Meski begitu, aturan tersebut tidak berjalan ketat. DJ dan pengunjung klub di sana santai melepas masker saat mengobrol dengan teman, menari, atau merokok.

Banyak dari mereka yang akhirnya merasa lega usai menjalani karantina dan perjuangan panjang melawan COVID-19. Bagi mereka, tahun lalu cukup melelahkan.

"Saya terjebak di dalam rumah selama dua atau tiga bulan. Wuhan, China, memerangi virus Corona dengan sangat baik, dan sekarang saya bisa keluar dengan tenang sepenuhnya," kata seorang pria berusia tiga puluhan, Xu, kepada AFP.

Dikutip dari Channel News Asia, sejumlah RS dan apotek juga kosong dari pasien COVID-19, jauh berbeda dari gambaran tahun sebelumnya.

Namun, pagar tinggi masih terpasang di pasar basah Wuhan, tempat virus Corona diduga berasal. WHO pun masih melakukan investigasi terkait asal-usul COVID-19.

Ini bukan kali pertama Wuhan bebas berpesta. Menjelang akhir tahun 2020 lalu, Wuhan merayakan pesta tanpa masker dan jaga jarak di sebuah wisata atau rekreasi air, dipadati lebih dari ratusan orang.

Hingga kini, tak ada kasus baru COVID-19 yang dilaporkan di Wuhan. Namun, China kembali mencatat lonjakan kasus Corona di Provinsi Jilin, dan beberapa provinsi lainnya.

RS Darurat kembali dibangun dan berhasil rampung dalam 5 hari. Lockdown kembali diberlakukan dan lebih dari belasan juta orang harus melalui pembatasan ketat tersebut.

Kasus COVID-19 yang melonjak di sana juga diduga terjadi akibat superspreader, seorang pria salesman produk kesehatan yang tak sengaja menularkan COVID-19 ke 102 orang. Pejabat China menyebut dirinya banyak menularkan Corona pada lansia.

Per hari ini, ada 103 kasus Corona yang dilaporkan, total kasus di sana sejak pandemi merebak menjadi 88.804 kasus. Tak ada kasus kematian COVID-19 yang tercatat, sehingga angka kematian masih berjumlah 4.635 orang, demikian dikutip dari Worldometers.



Simak Video "Wajah Wuhan di 2021 Setelah Hantaman Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)