Jumat, 22 Jan 2021 22:54 WIB

Awas! Ini Bahaya Hipertensi Saat Hamil dan Cara Mencegahnya

Kanya Anindita - detikHealth
Hipertensi Hipertensi saat hamil (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Hipertensi saat sedang hamil menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai. Sebab, hipertensi dalam kehamilan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal, serta neonatal.

Hipertensi dalam kehamilan diketahui dapat menyebabkan morbiditas ibu yang menjadi risiko jangka pendek. Sedangkan hipertensi kronis dan peningkatan kardiovaskular seumur hidup menjadi konsekuensi jangka panjang.

Kasus lahir mati pada bayi tanpa kelainan bawaan kebanyakan terjadi pada wanita pengidap preeklamsia. Sebanyak 8-10 persen dari semua kelahiran prematur pun disebabkan oleh gangguan hipertensi.

Dikutip dari HaiBunda, hipertensi dalam kehamilan diklasifikasikan berdasarkan komplikasi dan periode kehamilan serta penyebabnya. Pada hipertensi kronis, biasanya terjadi sebelum kehamilan atau saat usia kehamilan kurang dari 20 minggu.

Menurut para ahli, wanita dengan hipertensi kronis berisiko melahirkan bayi dengan kelainan jantung. Hipertensi memang menjadi masalah medis yang umum ditemui selama kehamilan dan tiga dari setiap 100 kehamilan mengalami komplikasi.

"Seorang wanita dikatakan menderita hipertensi kronis ketika tekanan darahnya melebihi 140/90 mmHg sebelum kehamilan atau usia kehamilan 20 minggu. Anak-anak yang lahir untuk wanita hipertensi berada pada 50 persen peningkatan risiko malformasi kongenital," ujar Dr Manoj Kumar, Associate Director dan Head of Cardiac Cath Lab di Max Hospital.

Lalu, hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi saat hamil?

KLIK DI SINI UNTUK HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Mengapa Ibu Hamil di Indonesia Belum Bisa Vaksinasi COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)