Minggu, 24 Jan 2021 13:51 WIB

Viral Dokter Wafat Usai Divaksin Corona, Kemenkes: Tak Ada Laporan KIPI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sebanyak 14 tenaga medis di Depok menjalani proses vaksinasi COVID-19. Para tenaga medis itu disuntik vaksin Sinovac. Kementerian Kesehatan menyebut laporan meninggalnya dokter usai divaksin Corona bukan disebabkan karena vaksin. (Foto ilustrasi: Dedy Istanto/Detikcom)
Jakarta -

Viral seorang dokter asal Palembang disebut-sebut meninggal usai suntik vaksin Corona. Juru bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengaku sudah mendengar kabar tersebut.

dr Nadia menjelaskan kabar viral meninggalnya dokter 49 tahun asal Palembang ini tak berkaitan dengan vaksin Corona. Tak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berkaitan dengan meninggalnya dokter ini.

"Iya (sudah terima kabar). Tapi bukan laporan KIPI ya. Enggak (berkaitan dengan vaksin)," kata dr Nadia melalui pesan singkat kepada detikcom Minggu (24/1/2021).

Lebih lanjut, dr Nadia menjelaskan masih belum mendapat laporan resmi terkait meninggalnya dokter asal Palembang. Namun, berdasarkan informasi awal. dokter tersebut mengalami tanda kekurangan oksigen.

"Belum ya, kami belum menerima informasi resmi. Tapi informasi awal dari hasil pemeriksaan diinfokan adanya tanda-tanda kekurangan oksigen dan ini bukan merupakan gejala dari KIPI vaksin," lanjutnya.

Kabar ini mulanya diunggah salah satu akun di Facebook. Akun bernama Prof Yuwono menyebut seorang dokter meninggal usai menerima vaksin Corona, dokter tersebut juga dijelaskan tak memiliki komorbid dan riwayat dirawat di rumah sakit.

Berikut pesan viral yang diunggah dalam akun Facebook Prof Yuwono.

"ALLAHUMMAGHFIRLAHU

Semalam sahabatku (dokter, 49 thn) ditemukan wafat di mobilnya. Kamis kemarin ia divaksin. Ia tidak punya comorbid & tak ada riwayat dirawat di rumah sakit.

Apakah ini ada hubungannya dgn vaksin? Perlu penjelasan dari dinkes kota sebagai penanggungjawab vaksin sekaligus lembaga di mana sahabatku mengabdi. Sebagai dokter saya sdh bilang bhw pemberian vaksin atau obat apapun harus benar2 ilmiah dg jaminan safety & efficacy yg baik.

Tidak ada yg kebetulan di dunia ini dan tidak ada mushibah termasuk kematian kecuali sudah digariskan oleh Allah. Manusia diberi kebebasan bersikap & bertindak sesuai dgn kapasitas keilmuannya. Karena itu saya tak jemu mengingatkan utk selalu memutuskan, bersikap & berbuat berdasarkan ilmu bukan berdasar kepentingan.

Moga para pemimpin bijak dalam hal apapun krn mereka akan diminta pertanggungjawabannya.

Selamat jalan sahabatku, Allah menyayangimu," tulis akun Facebook Prof. Yuwono



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)