Senin, 25 Jan 2021 11:54 WIB

Ada 3 Jenis Mutasi Virus Corona yang Ditemukan, Apa saja?

Ayunda Septiani - detikHealth
Apakah Mutasi Virus Corona Akan Mengubahnya Jadi Jinak? Foto ilustrasi mutasi Corona. (Foto ilustrasi: DW (News))

2. Mutasi virus Corona B117

Mutasi virus Corona B117 pertama kali terdeteksi di Inggris menyebar luas. Sebagian negara pun sudah melaporkan kemunculan varian tersebut, termasuk di Malaysia dan Singapura.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memprediksi jika mutasi virus Corona B117 akan jadi varian yang dominan, setidaknya di Amerika Serikat (AS), pada Maret 2021 mendatang. Ini terjadi karena varian tersebut bersifat lebih mudah menular sehingga kasusnya meningkat dengan pesat.

"Dalam model kami prevalensi B117 awalnya rendah. Tapi karena lebih mudah menular daripada varian yang ada sekarang, varian B117 ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat di awal 2021 dan menjadi varian yang dominan di bulan Maret," tulis tim CDC seperti dikutip dari laman.

Ketua tim bidang molekuler CDC, Dr Gregory Armstrong, menjelaskan ini artinya perlu upaya yang lebih keras untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19. Kasus dapat ditekan bila masyarakat dapat semakin disiplin dan proses vaksinasi dengan cakupan yang luas berjalan lancar.

"Bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa," kata Gregory.

3. Mutasi virus Corona 501.V2

Mutasi virus Corona yang ditemukan dan diidentifikasi para ilmuwan di Afrika Selatan adalah 501.V2. Varian tersebut juga disebut menjelaskan bagaimana penyebaran COVID-19 di gelombang kedua di negara tersebut bisa terjadi begitu cepat.

"Varian ganas dari virus Corona telah terdeteksi di Afrika Selatan yang berpengaruh pada penyebaran cepat gelombang kedua, dan bisa menyerang orang yang lebih muda," kata Menteri Kesehatan Zwelini Mkhize, yang dikutip dari laman Straits Times.

"Dikenal sebagai Varian 501.V2, itu diidentifikasi oleh para peneliti Afrika Selatan dan rinciannya telah dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia," tambah Zwelini Mkhize dalam sebuah pernyataan.

Tim peneliti yang dipimpin Kwazulu-Natal Research Innovation and Sequencing Platform (KRISP) pun mengurutkan ratusan sampel Corona sejak wabah merebak di sana, dan menemukan mutasi virus Corona ini semakin mendominasi dua bulan belakangan.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Ahli Sebut Ada 48 Kasus Mutasi Corona N439K di RI"
[Gambas:Video 20detik]

(ayd/kna)