Senin, 25 Jan 2021 12:46 WIB

Fakta-fakta Penularan Kuman Saat Tiup Lilin Seperti di Acara PDIP Bali

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Gubernur Bali I Wayan Koster Foto: Angga Riza/detikcom
Jakarta -

Viral sebuah video acara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP di Bali. Dalam video tersebut, terlihat tiga orang tengah meniup lilin bersama dan melepas maskernya. Selain itu, mereka juga saling suap-suapan dengan alat makan yang sama.

Menurut Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster, acara tersebut diadakan pada Sabtu (23/1/2020) sebagai bentuk syukuran PDIP Bali atas penyelenggaraan Pilkada 2020.

Lalu, apa yang terjadi saat seseorang meniup lilin?

Seorang profesor kedokteran dan ahli penyakit menular dari University of East Anglia Profesor Paul Hunter, mengatakan saat meniup lilin kuman dan virus bisa menyebar ke seluruh makanan. Tak hanya itu, percikan liur dari dalam mulut juga akan ikut menyebar.

"Selain itu, ini adalah kebiasaan yang sedikit menjijikkan, karena percikan air liur akan menyebar ke seluruh permukaan makanannya," kata Prof Hunter yang dikutip dari HuffPost UK, Senin (25/1/2021).

"Tentu di tengah kondisi COVID-19 ini, saya tidak menyarankannya (meniup lilin)," lanjutnya.

Pada tahun 2017, sebuah studi yang dipublikasi di Journal of Food Research juga menyoroti kebiasaan meniup lilin tersebut. Sebagai percobaan, mereka menginstruksikan relawan untuk meniup lilin ulang tahun setelah mengkonsumsi pizza.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa meniup lilin itu menghasilkan bakteri hampir 1.400 persen lebih banyak di lapisan gula pada kue, dibandingkan jika lilin tersebut tidak ditiup.

"Karena dengan meniup lilin mungkin bisa menyebabkan perpindahan bakteri dan mikroorganisme dari saluran pernapasan ke makanan yang akan dikonsumsi," jelas Prof Hunter.

Meski tidak ada penelitian khusus mengenai kaitan lilin ulang tahun dengan COVID-19, tetapi kemungkinan besar penyelenggaraan pesta atau acara besar bisa meningkatkan potensi penularan virus Corona.

Seperti yang diketahui, virus Corona bisa menyebar melalui droplet yang dikeluarkan dari mulut saat mengobrol, tertawa, bernyanyi, bahkan bernapas. Partikel-partikel ini akan terhirup ke dalam hidung, mulut, saluran udara, dan paru yang menyebabkan infeksi.



Simak Video "Jepang Minta Penyelidikan Tambahan soal Asal Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)