Senin, 25 Jan 2021 14:58 WIB

Bima Arya Khawatir COVID-19 Kini Dianggap Seperti Penyakit Flu Biasa

Firdaus Anwar - detikHealth
Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan sambutan sebelum proses vaksinasi dilakukan di Kota Bogor. Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengakui bahwa tingkat kedisiplinan terhadap protokol kesehatan semakin rendah. Terlihat dari perbandingan reaksi masyarakat di awal masa pandemi dengan reaksi belakangan ini.

"Saya sering kali sedih dengan kondisi sekarang. Dulu bulan Maret-April ketika saya di RS, melihat keluar jalanan sepi. Padahal di Kota Bogor sendiri pertambahannya masih sedikit... Hari ini Kota Bogor sudah di atas 100 (kasus COVID-19) per hari, tetapi warganya bukan semakin disiplin malah sebaliknya," kata Bima dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Senin (25/1/2021).

Rasa jenuh terhadap pandemi dan fakta banyak pasien yang bisa sembuh dikhawatirkan membuat COVID-19 kini dianggap seperti penyakit flu biasa.

Padahal dengan semakin banyak kasus maka kejadian orang-orang kritis yang membutuhkan perawatan juga akan semakin bertambah. Pada akhirnya ada kemungkinan datang momen seorang pasien tidak mendapat perawatan yang dibutuhkan karena rumah sakit penuh.

"Saya mengkhawatirkan warga ini menganggap sudah seperti flu biasa. Sudah banyak lingkaran terdekatnya yang kena, sudah banyak yang sembuh, sehingga mereka kemudian menganggap 'ya sudah kena mah kena,'" lanjut Bima.

"Ini berbahaya. Karena kita tidak pernah tahu kita kebagian 'paket' yang mana. Bisa 'paket hemat/ringan' tanpa gejala yang seminggu sembuh. Atau banyak juga kasus yang sebetulnya berat sekali, beberapa hari saja kemudian meninggal karena virus loadnya tinggi," pungkas pria yang dulu diketahui sempat terinfeksi COVID-19 ini.

Bima sekali lagi mengingatkan bahwa kondisi darurat pandemi masih belum selesai. Jangan sampai rasa bosan jadi alasan untuk lalai.



Simak Video "Bima Arya Alami Efek Lanjutan Usai Sembuh dari Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)