Senin, 25 Jan 2021 17:06 WIB

Keterisian Wisma Atlet Turun Jadi 77,63 Persen, Tanda Banyak yang Sembuh?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kini isolasi mandiri di DKI Jakarta dianjurkan tidak boleh dilakukan di rumah, telah disediakan tempat khusus seperti salah satunya Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Tingkat keterisian RSD Wisma Atlet menurun jadi 77,63 persen per 25 Januari 2021. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kasus Corona di DKI Jakarta masih terus bertambah setiap harinya. Namun, hal ini juga dibarengi dengan jumlah pasien COVID-19 yang sembuh.

Menurut koordinator RS Darurat Wisma Atlet, Mayor Jenderal TNI dr Tugas Ratmono, SpS, mengatakan bahwa hingga saat ini tingkat keterisian di RSD Wisma Atlet sudah mencapai 77,63 persen. Diketahui, jumlah ini mengalami penurunan dari pekan sebelumnya, yakni 82,73 persen.

"Di RS Wisma Atlet ini kalau kemarin memang 80 sekian persen, tapi per laporan pagi tadi kita huniannya adalah 77,63 persen. Jadi hunian dari 5.994 tempat tidur yang tersedia, ini terhuni saat ini adalah 4.653 pasien," kata dr Tugas dalam siaran pers di kanal Youtube BNPB, Senin (25/1/2021).

Apa penyebab penurunan tingkat keterisian di RSD Wisma Atlet?

dr Tugas mengatakan ada beberapa faktor penyebab menurunnya tingkat keterisian pasien di RSD Wisma Atlet. Salah satunya adalah banyak pasien COVID-19 yang sudah sembuh.

"Kalau kita lihat dari laporan terakhir, angka kesembuhan di Wisma Atlet ini 86,50 sekian persen ya, saya kira cukup tinggi angka kesembuhannya 86 persenan," ujarnya.

Selain itu, kata dr Tugas, menurunnya tingkat keterisian ini juga dipengaruhi oleh sejumlah pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit lain. Pasalnya, fasilitas di RSD Wisma Atlet belum cukup memadai apabila harus merawat pasien COVID-19 dengan gejala berat.

"Tentunya ada setiap hari ada yang dirujuk. Ini akan lebih baik jika ditangani di rumah sakit rujukan, karena fasilitas di Wisma Atlet ini waktu itu hanya disiapkan untuk yang ringan dan sedang," jelasnya.

"Saat ini kita juga optimalkan yang ICU dan HCU, sehingga bisa menangani hal-hal yang lebih berat," tambahnya.

Tak hanya itu, dr Tugas juga mengaku ada sejumlah pasien di RSD Wisma Atlet yang meninggal dunia karena tidak tertolong akibat sulitnya mendapat rumah sakit rujukan.

"Kasus yang meninggal juga beberapa yang belum sempat dirujuk memang ini suatu kondisi yang sangat berat. Masuk sudah (gejala) berat dan ini tidak bisa tertolong, walaupun sudah dilakukan penanganan sesuai standar, ini juga ada yang meninggal di sana," ungkapnya.

Maka dari itu, dr Tugas meminta kepada masyarakat untuk tetap patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, agar korban akibat COVID-19 tidak semakin bertambah.



Simak Video "Fluktuasi Pasien Keluar Masuk Wisma Atlet: 350-400 per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)