Senin, 25 Jan 2021 19:04 WIB

5.000 Warga Taiwan Akan Dikarantina Akibat Klaster Corona Rumah Sakit

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Taiwan berencana karantina 5.000 warganya karena ancaman kasus COVID-19. (Foto: iStock)
Jakarta -

Pemerintah Taiwan menyebut akan mengkarantina sekitar 5.000 penduduk akibat terjadinya klaster infeksi lokal virus Corona COVID-19 yang ditemukan di sebuah rumah sakit.

Menteri Kesehatan Taiwan, Chen Shih-chung, pada Minggu (24/1/2021), mengatakan lebih dari 5 ribu orang akan menjalani karantina selama dua pekan.

Lebih lanjut, ia menyebut pihaknya akan menambah jumlah orang yang harus dikarantina di rumah karena mereka mungkin sempat melakukan kontak dengan pasien dari klaster rumah sakit tersebut.

Chen menyebutkan angka ini naik tajam dibandingkan jumlah yang saat ini berada dalam karantina, yaitu sekitar 1.300 orang.

Sejak 12 Januari lalu, Taiwan menangani sejumlah penularan kasus COVID-19 yang berasal dari penularan domestik rumah sakit. Tercatat ada 15 pasien penderita COVID-19 yang sedang dirawat di rumah sakit di kota Taoyuan.

Kemunculan klaster tersebut membuat pemerintah setempat ketakutan, sehingga mereka membatalkan banyak acara berskala besar terkait dengan Tahun Baru Imlek yang akan diperingati mendatang.

Pemerintah Taiwan akan memeriksa semua orang yang dikarantina sekaligus juga mengumumkan temuan kasus baru.

Sejauh ini, Taiwan berhasil mengendalikan pandemi dengan baik berkat inisiatif pencegahan yang efektif. Negara itu memiliki sistem yang baik untuk melacak kontak erat dari kasus yang dikonfirmasi, serta jaringan pemantauan elektronik untuk memastikan orang-orang yang sedang dalam karantina tetap tinggal di rumah.



Simak Video "Tanggapan Kemenkes Terkait Pasien COVID-19 yang Ditolak RS"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/fds)