Selasa, 26 Jan 2021 17:30 WIB

Varian Corona Baru Lebih Mengincar Anak-anak? Ini Penjelasan Ahli WHO

Firdaus Anwar - detikHealth
Cute asia children Varian Corona baru tidak spesifik mengincar anak-anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/real444)
Jakarta -

Beberapa varian Corona COVID-19 baru dilaporkan di berbagai penjuru dunia dan ada anggapan bahwa anak-anak bisa jadi lebih rentan. Hal ini bermula dari temuan awal peneliti yang melihat kasus varian Corona baru lebih banyak ditemukan pada kelompok anak-anak.

Ahli penyakit infeksius dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Maria Van Kerkhove, menjelaskan secara umum tidak ada perbedaan berarti gejala COVID-19 pada orang dewasa dan anak-anak. Hanya saja pada anak-anak gejala lebih sering bersifat ringan.

"Artinya anak-anak cenderung tidak mengalami gejala sebanyak orang dewasa. Beberapa anak mungkin mengalami masalah pencernaan, seperti diare atau muntah-muntah ringan. Sebagian besar tidak memiliki gejala," kata Maria seperti dikutip dari akun resmi Twitter WHO, Selasa (26/1/2021).

Nah untuk varian Corona yang baru sejauh ini disebut tidak terbukti menyebabkan penyakit yang lebih parah. Hanya saja memang kemampuannya untuk menginfeksi tampak lebih tinggi.

Maria menjelaskan kebetulan di Inggris saat itu pertemuan sekolah tatap muka masih dilakukan. Karena itu akhirnya lebih banyak kasus ditemukan pada anak-anak.

"Studi yang dilakukan di Inggris tidak menunjukkan virus secara spesifik menargetkan anak-anak," ungkap Maria.



Simak Video "Varian Corona Inggris Bermutasi Lagi, Namanya E484K"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)