Rabu, 27 Jan 2021 15:00 WIB

Momen Pilu Saat Nakes Harus Memilih Pasien Mana yang Masuk ICU

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close-up portrait of doctor in hospital operating room Momen pilu nakes saat harus pilih pasien COVID-19 mana yang masuk ICU. (Foto ilustrasi: Getty Images/graphixel)
Jakarta -

Corona di Indonesia sudah mencapai 1 juta kasus, banyak tenaga kesehatan harus menghadapi momen pilu saat merawat pasien COVID-19. Seperti yang diceritakan Amelia, salah satu dokter di RS Depok.

Dalam akun pribadinya @irasjafii, ia menceritakan kejadian saat harus memilih pasien COVID-19 mana yang lebih dulu masuk ICU. Sebab, kapasitas tempat tidur hanya tersisa satu dan tak ada lagi tempat tidur untuk pasien Corona.

Ia terpaksa memilih pasien COVID-19 dengan usia lebih muda. Dirinya berharap pasien COVID-19 tersebut memiliki peluang sembuh lebih tinggi.

"Pandemi COVID-19 ini memberikan perasaan nggak karu-karuan. Kadang harus memilih pasien mana yang harus masuk duluan karena bed ICU cuman tersisa satu," curhatnya.

"Kemarin gw memilih seorang bapak, kepala keluarga, usia 47 tahun untuk masuk ICU dulu dibanding seorang ibu, usia 72 tahun. Maafkan saya ya bu," kenangnya.

Tak hanya itu, hal yang paling memilukan lagi saat pasien COVID-19 meninggal dalam waktu bersamaan. Amelia bercerita hal ini bahkan sudah sangat sering dialaminya.

"Pernah dalam satu hari beberapa pasien meninggal dalam waktu hampir bersamaan. Dengan perasann 'biasa', gw segera hubungi IGD utk segera pindahkan ke ICU, pasien yang telah ngantri berhari-hari. Kesedihan satu keluarga, memberikan harapan ke keluarga lain. Boleh dibilang ga sempat sedih," katanya.

Amelia pun mengaku kadang diliputi rasa bersalah meski sudah melakukan yang terbaik bagi pasien COVID-19, tetapi pasien Corona yang ditanganinya tak berhasil selamat.

"Kadang setelah memasang ventilator ke pasien dan kondisinya tak kunjung membaik juga. Terlintas dalam pikiran, Ya Allah, bener ga ya keputusan gw utk pasang ventilator. Pasien juga percaya gw memberikan keputusan terbaik," kata Amelia, dikutip dari cerita di Twitter, atas izin yang bersangkutan.

(naf/up)